JAKARTA, banuapost.co.id– Menghadapi pageblug virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang mewabah ke ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia, anggota DPR membentuk Satgas Lawan Covid-19.
“Satgas ini membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19 di tiap-tiap daerah,” ujar Ketua DPR RI, Puan Maharani, pada acara peluncuran Satgas Lawan Covid-19.
Peluncuran Satgas Lawan Covid-19 dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (9/4). Sementara Ketua DPR RI, Puan Maharani, memberikan sambutan lewat fasilitas video-conference.
Menurut Puan, satgas dibentuk untuk membangun sinergi dari para donatur yang peduli dalam melawan Covid-19, untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit atau puskesmas.
“Termasuk memenuhi kebutuhan dasar atau sembako masyarakat yang terdampak akibat wabah Covid-19,” tegas peretas sejarah wanita pertama sebagai Ketua DPR-RI itu.
Selain menghimpun sumbangan dari donatur, lanjut politisi PDI-P tersebut, satgas juga mengkoordinasikan sumbangan-sumbangan dari para anggota DPR.
“Jadi tidak menggunakan anggaran DPR, juga tidak menggunakan anggaran lembaga,” imbuh penerima anugrah Dr (HC) dari Undip Semarang tersebut.
Oleh sebab itu, sambung cucu pendiri bangsa yang juga Presiden RI Pertama, Ir Soekarno ini, Satgas Lawan Covid-19 tidak menerima sumbangan dalam bentuk uang. Melainkan sumbangan dalam bentuk alat kesehatan, masker dan Alat Pelindung Diri (APD), serta ventilato dan alat pendukung medis lainnya.
“Semuanya langsung didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan, ke puskesmas dan ke kelurahan. Kami juga menerima bantuan sembako yang akan langsung didistribusikan ke warga,” ucap putri Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri ini.
Sementara untuk pendistribusian bantuan, akan dipantau Satgas Lawan Covid-19 melalui satuan-satuan kerja Satgas Daerah Lawan Covid-19. Mekanisme kerja satgas akan dilakukan melalui aplikasi atau website SatgasLawanCovid19.com.
“Aplikasi akan terkoneksi dengan 132 rumah sakit rujukan serta puskesmas-puskesmas. Bila membutuhkan alat kesehatan, mereka bisa langsung mengisi form di aplikasi untuk kebutuhan tiga bulan ke depan,” tutur Puan.
Mekanisme yang sama, menurut Puan, juga berlaku dalam penyaluran bantuan sembako. Tahap awal bantuan sembako akan difokuskan kepada masyarakat terdampak ekonomi di wilayah Jabodetabek.
“Akan segera dilakukan pendataan oleh tiap-tiap kelurahan. Masing-masing Lurah dapat mengisi data jumlah orang yang terdampak ekonominya karena Covid-19 ini,” katanya. (yb/b2n/foto: ist)