BARABAI, banuapost.co.id– Masyaraat lokasi TMMD ke-107 2020 Kodim 1002/Barabai, diberi penyuluhan akan bahayanya paham radikal.
Materi penyuluhan disampaikan salah satu anggota Satgas PMMD, Kapten Inf Subhan, di Kantor Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten HST, Selasa (7/4).
Menurut Kapten Subhan, radikalisme suatu ideologi, gagasan atau paham dengan cara ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrim.
Inti dari tindakan radikalisme, sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan.
“Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku,” ujar Kapten Subhan.
Oleh sebab itu, sambung Kapten Subhan, paham radikal sering dikaitkan dengan terorisme. Karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham.
“Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama,” tegasnya.
Menurut Kapten Subhan, ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal. Seperti intoleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain.
Kemudian fanatic, selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah. Eksklusif, membedakan diri dari umat Islam umumnya. Serta revolusioner, cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.
Menurut Kapten Inf Subhan yang diminta penjelasan usai penyuluhan, dengan sosialisasi paham radikal ini diharapkan warga masyarakat Sungai Jaranih dan Desa Haruyan Sebarang, lebih mengerti akan bahayanya radikalisme ini.
Oleh sebab itu, masyarakat diberikan pemahaman. Apalagi saat ini sedang mewabahnya Covid-19. Karena itu warga untuk tetap waspada dan jangan panik.
“Kalau ada yang mencurigakan, segeralah melaporkan ke Babinsa ataupun anggota Bhabinkamtibmas agar segera ditindaklanjuti. Sehingga masyarakat tidak terpapar paham radikal,” tegas Kapten Inf Subhan. (yb/pen/foto: ist)