TANJUNG, banuapost.co.id– Menipisnya stok darah di PMI Tabalong sebagai dampak pembatasan interaksi sosial imbas Covid-19, membuat Dandim 1008/Tanjung mengerahkan anggotanya mendonorkan darah.
Donor darah yang berlangsung di Aula Pandu Sakti Makodim 1008/Tanjung, Selasa (7/4), juga diikuti Kompi A Yonif 621/Manuntung, anggota FKPPI, anggota PPM dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI. Selasa (7/4).
Menurut Dandim 1008/Tanjung, Letkol Inf Ras Lambang Yudha, kegiatan bekerja sama dengan PMI Tabalong, bertujuan untuk membantu ketersediaan darah akibat pembatasan dalam mengantisipasi Covid-19.
Karena ketersediaan stok darah mulai menipis, sementara kebutuhan masyarakat untuk darah masih cukup tinggi, kegiatan pun dilaksanakan untuk membantu PMI dan RSUD di Tabalong dalam memenuhi ketersediaan darah.
Sementara menurut Pasi Terirorial Kodim 1008/Tanjung, Kapten Inf Pasidi, kegiatan donor darah kali ini berbeda dengan donor-donor sebelumnya.
Karena adanya penyebaran virus korona, maka para pendonor selain ditimbang berat badannya, juga harus diperiksa kesehatannya.
“Tidak hanya itu, kami selaku pendonor juga mencuci tangan terlebih dahulu, menggunakan masker serta menjaga jarak satu sama lain,” ujarnya.
Tepisah, Sekretaris PMI Tabalong, Setyawan Andri Wibowo, mengapresiasi kegiatan Kodim 1008/Tanjung yang berinisiatif menggelar donor darah ini.
“Donor darah ini permintaan dari Kodim 1008/Tanjung yang kami tindaklanjuti dengan menjemput bola,” ujarnya.
Dari hasil donor darah, berhasil mengumpulkan sebanyak 23 kantong, yang selanjutnya dibawa ke Kantor UTD PMI Tabalong untuk segera dimasukkan ke dalam kulkas darah atau blood bank refrigerator.
Menurutnya, 23 kantong darah dapat bertahan 2 sampai 3 hari. Selanjutnya jika tidak ada pemasukkan, maka stok darah di PMI Tabalong kembali akan kosong.
“Apalagi penyakit yang memerlukan cuci darah. Membutuhkan 3 sampai 4 kantong darah sekali cuci,” jelasnya. (sal/foto: ist)