BANJARMASIN, banuapost.co.id– Indonesia bakal memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal. Namun aturan untuk hidup berdampingan atau berdamai dengan Covid 19, belum diterima Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel.
“Bicara new normal jangan latah. Apa yang disebut new normal, bagaimana tahapannya? Kita bukan tidak siap. Kita siap tentu dengan karakter kita dan protokol yang diperintahkan pemerintah pusat. Untuk new normal sendiri, kita belum menerima seperti apa regulasinya,” kata Wakil Ketua Harian TGTP2 Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (26/5).
Menurut Hanif, Kalsel punya strategi yang dilaksanakan selama tiga bulan ke depan dalam penanganan pandemic Covid-19. Di Juni nanti, akan dilakukan tracing dan tracking dengan target terjadi pelandaian jumlah kasus pada Agustus 2020.
Saat ini, menurut Hanif, peralatan sudah diperbanyak. Termasuk untuk melakukan tes swab. Setidaknya, pekan depan sudah bisa dilaksanakan swab real time. Dimana specimen swab yang dites, bisa keluar hasilnya di hari yang sama.
“Untuk saat ini kita masih menyelesaikan tumpukan sekitar 1.500 swab untuk diuji. Setelah itu selesai, maka pekan depan tidak ada lagi swab yang terlambat. Hari ini masuk, hari ini juga hasilnya bisa diketahui. Sehingga bisa langsung dilakukan langkah atau tindakan berikutnya terhadap pasien itu,” jelas Hanif yang juga Plt Kepala BPBD Kalsel.
Kemudian masih di bulan Juni, puskesmas di Kota Banjarmasin akan diperkuat tenaga medis dari Pemprov Kalsel. Satu puskesmas akan diperkuat tiga tenaga medis dari Pemprov Kalsel.
“Inilah upaya masif yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” imbuh Hanif.
Langkah tracing dan tracking yang masif di bulan Juni ini, nantinya diprediksi akan terjadi lonjakan kasus di Juli 2020. Untuk itu, juga sudah disiapkan berbagai langkah. Seperti penyedian tempat karantina dan rumah sakit rujukan. Dengan berbagai langkah ini, diharapkan terjadi penurunan di Agustus 2020.
Menurutnya, langkah strategis ini cukup detil. Karena langkah-langkah ini bukan lagi hanya sebatas konsep. Tapi sudah menjadi implementasi kebijakan dan anggaran. Setelah itu, barulah masuk masa recovery dampak sosial dan ekonomi. (emy/foto: deny yunus)