PELAIHARI, banuapost.co.id– Di tengah menjalankan ibadah Ramadhan, tak menyurutkan semangat Miftahurrahman dan 6 warga binaan Rutan Pelaihari berkreasi membuat sofa. Namun bahannya dari limbah botol bekas kemasan air mineral.
Untuk membuat satu sofa berdiameter 50 cm, membutuhkan 28 botol plastik. Botol-botol tersebut direkatkan dengan lem dan lakban.
Bagian atas botol direkatkan triplek yang sudah dipotong sesuai bentuk sofa. Kemudian seluruh permukaannya, dibalut dengan spon. Terakhir, botol-botol yang dibalut spon tersebut ditutupi dengan kain dengan warna tergantung selera.
Menurut Miftahurrahman, meskipun dari bahan bekas tapi tidak kalah kualitasnya dengan sofa yang dijual di pasaran.
“Kami jamin, sofa ini tidak mudah rusak. Selain karena terbuat dari botol yang bahanya tak pernah menyusut, juga mampu bertahan lama,” jelasnya.
Sementara menurut Kepala Subsie Pelayanan Tahanan, M Fahrurrazi, pembuatan sofa dari limbah ini merupakam program pembinaan Rutan Pelaihari untuk warga binaan pemasyarakatan.
“Memang setiap tahun narapidana berada di dalam rutan selalu dilakukan pembinaan, terutama berbagai kerajinan tangan. Tujuannya agar setelah bebas nanti mereka bisa memiliki keahlian dan bisa mengembangkan usaha lainnya,” imbuh Fahrurrazi.
Untuk kerajinan tersebut, lanjut Fahrurrazi, dikerjakan , dikerjakan secara manual. Tanpa menggunakan mesin otomatis.
Sedan Karutan Pelaihari, Budi Suharto, mengaku mengapresiasi kreativitas warga binaannya itu. “Saya merasa puas dengan hasil karya mereka. Di samping memiliki nilai jual, secara tidak langsung juga mengurangi sampah plastik yang ada di Kota Pelaihari,” katanya. (zkl/foto: ist)