BANJARMASIN, banuapost.co.id– RSUD M Anshari Saleh memulangkan puluhan pasien Covid-19. Penyintas virus korona ini, dilepas Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, di halaman RSUD setempat, Kamis (25/6)
Dari puluhan mantan pasien Covid 19 itu, salah satunya Wahidah, warga Kuin Selatan, Banjarmasin. “Saya dirawat 25 hari. Sempat dua kali ikut swab test. Pertama positif, terus yang kedua negatif,” ujar perempuan yang mengenakan hijab ini.
Menurut Wahidah, sejak awal dirawat, tidak merasakan gejala yang mengarah ke penyakit terinfeksi virus korona. Awalnya, memeriksakan penyakit maag yang kembali dirasakannya. Namun kemudian diminta menjalani rapid test. Meski hasilnya non reaktif, ia diminta melakukan swab test.
“Awalnya hanya berobat sakit maag. Dua hari kemudian sembuh. Tapi entah kenapa disuruh ikut test. Saat itu, rapid testnya non reaktif. Namun katanya kondisi kesehatan saya tidak stabil. Terus ikut swab test, hasilnya positif,” jelas Wahidah.
Wahidah tidak tahu persis dimana terpapar virus korona. Karena dari seluruh keluarganya di rumah, hanya dirinya yang dinyatakan terpapar virus corona.
“Tidak tahu juga kenanya dimana. Mungkin di rumah sakit ini, waktu periksa sakit maag,” kata perempuan yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga ini.
Selama isolasi di rumah sakit itu, Wahidah mengaku tidak ada masalah, dan merasa nyaman. Berbagai pengobatan dijalani. Termasuk mengonsumsi vitamin dan antibiotik. Sampai akhirnya di swab test kedua, dinyatakan negatif dan dibolehkan pulang.
Kepada para pasien Covid-19 yang sembuh ini, Gubernur Sahbirin Noor berpesan, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Rajin cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker. Memakai masker adalah harga mati. Maksudnya, teruslah memakai masker untuk mencegah penularan virus korona,” tandas Paman Birin, sapaan familiarnya.
Sementara Direktur RSUD M Anshari Saleh, dr Izaak Akbar mengatakan, dari 48 pasien yang sembuh dan dipulangkan, 20 orang di antaranya tenaga medis di rumah sakit tersebut. Sisanya pasien umum.
“Sebelumnya yang sembuh hanya sekitar 25. Kemudian dengan metode pengobatan yang selalu berubah sesuai arahan Kemenkes RI, seperti penggunaan antibiotik yang direkomendasikan. Lalu, dengan cara kumur-kumur menggunakan antiseptik, serta rajin olahraga dan menghindari stres. Hasilnya hari ini lebih banyak yang sembuh,” jelas dr Izaak. (emy.foto: deny yunus)