BANJARMASIN, banuapost.co.id– Siapapun dapat terpapar Covid-19, termasuk anggota TNI, seperti yang dialami salah satu personel Korem 101/Antasari, Kapten Inf Noor Ikhlas.
Kepala Jasmani Korem 101/Antasari (Kajasrem) yang sejak 28 Mei dinyatakan positif terpapar Covid-19, setelah hampir satu bulan karantina, tepatnya 28 Juni dinyatakan sembuh.
Sebagai penyintas, Kapten Noor Ikhlas menuturkan segala pengalaman ketika berstatus sebagai pasien Covid-19 kepada sejumlah awak media di 101Caffee, Selasa (30/6) siang.
“Siapapun dapat terpapar virus korona ini. Sehingga harus betul-betul melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” katanya.
Menurut Kapten Noor Ikhlas, bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19, tidak usah takut untuk di karantina.
“Bahkan tidak perlu ragu mengikuti anjuran pemerintah untuk di karantina. Sebab telah disiapkan fasilitas dan nutrisi yang maksimal,“ jelasnya.
Selain diberi vitamin atau Imun, lanjut Kapten Noor Ikhlas, jangan terbebani pikiran atau jenuh. Tapi jalani dengan penuh semangat dan olahraga serta disiplin dengan protokol kesehatan.
“Selama menjalani karantina, semuanya sangat terfasilitasi. Mulai makanan yang bergizi, nutrisi dan vitamin juga dipenuhi. Selain itu, kita juga aktif melakukan kegiatan olahraga bersama pasien lainnya, dengan tetap menerapkan protokal kesehatan. Pokoknya sangat enjoylah,” tandasnya.
Kesimpulannya, sambung Kapten Noor Ikhlas, tidak ada obat khusus yang mendorong kesembuhan. Tapi pikiran yang positif yang menjadi kuncinya.
Menurutnya, pasien yang terpapar virus korona itu sebenarnya memiliki peluang sembuh yang sangat besar. Hanya karena ketakutan yang berlebihan, sehingga sulit untuk mencapai kesembuhan.
“Lebih 50 persen berasal dari beban psikis, mental dan pikiran. Itu yang menyebabkan kondisi pasien semakin parah. Jadi tak perlu takut, yakin saja kita bisa sembuh, dan kita harus selalu semangat untuk melawannya,” kata Noor Ikhlas.
Kesembuhan Kapten Inf Noor Ikhlas membuat Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, juga merasa senang. Karena itu sebagai penyintas, pengalaman personelnya ini harus diinformasikan agar menjadi motivasi bagi orang lain.
“Mari kita sebarkan narasi positif, hal yang bisa membangun imunitas tubuh. Seperti anggota kita yang positif terpapar korona, namun akhirnya bisa sembuh setelah menjalani protokol kesehatan. Dia berhasil melawannya dan akhirnya dinyatakan sembuh,” pungkas jenderal TNI bintang satu itu. (yb/*/foto: ist)