BANJARMASIN, banuapost.co.id– Calon Gubernur Kalsel, Prof H Denny Indrayana, mengucapkan selamat atas duet rivalnya dalam pilgub Desember mendatang, H Sahbirin Noor dan H Muhidin.
Ucapan selamat disampaikan aktivis dan akademisi ini, seiring dengan beredarnya bocoran informasi calon petahana bakal maju bersama mantan Wali Kota Banjarmasin itu.
Bahkan mantan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada ini, mendoakan duet rivalnya lancar sampai pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti.
“Pertama, ulun (saya) ucapkan selamat kepada Paman (H Sahbirin Noor, Red.) dan H Muhidin, semoga terus lancar menjadi pasangan calon hingga pendaftaran di KPU. Bagi kami, siapapun nanti teman berkompetisi, kami siap,” kata pria kelahiran 11 Desember 1972 di Kabupaten Kotabaru, melalui siaran persnya, Minggu (28/6) malam.
Prof H Denny mengaku tidak fokus kepada siapa rival di Pilgub Kalsel 2020. Karena dengan pasangan calon wakil, sedang fokus merebut hati rakyat Kalsel. Selain itu juga, fokus memfinalisasikan calon wakil.
“Ini ulun di Jakarta dalam rangka bertemu ketua-ketua umum partai. Ditunggu saja, Insya Allah kami hadirkan pasangan terbaik bagi Kalsel yang berhijrah, menjadi lebih baik dan sejahtera, dengan kekayaan alam Banua untuk sebesar kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat konstitusi kita,” kata Wakil Menteri Hukum dan HAM di era Presiden ke-6 SBY ini.
Guru Besar Tamu pada Fakultas Hukum dan Fakultas Sospol di Universitas Melbourne, Australia (2015 – 2019), juga mengaku tidak memiliki strategi khusus. Namun terus bergerak mendekati hati pemilih. Alasannya, pemilih adalah pemilik mandat sesungguhnya yang harus direbut hatinya. Bukan yang lain.
Selain itu, Denny kembali menyatakan akan bertarung di Pilgub Kalsel 2020 tanpa politik uang. Sebab politik uang ibarat orang yang ingin salat, tapi sudah batal wudhunya.
“Jadi tidak mungkin bisa jadi gubernur yang amanah, kalau mencalonnya dengan menghamburkan duit atau sembako. Batal di wudhu sudah. Insya Allah kami istiqomah,” tandas Prof Denny yang mengaku sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Demokrat untuk maju di Pilgub Kalsel 2020.
.
Dengan kada badaduitan, kada kadustaan, sambung intelektual yang sudah menulis sepuluh buku terkait isu hukum tata negara dan korupsi, calon pasangan gubernur yang lain juga sepakat memerangi politik uang. (emy/foto: ist)