BANJARMASIN, banuapost.co.id– Disoroti Presiden Joko Widodo dengan masih tingginya kasus Covid-19 Kalsel, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makin, mengaku berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat.
Seperti diketahui Kepala Negara dalam rapat terbatas melalui virtual dengan jajarannya, Rabu (3/6) lalu menyoroti tiga provinsi yang masih tinggi Covid-19. Ketiga provinsi itu, Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalsel.
Sehari setelah sorotan itu, Kamis (4/6), Provinsi Kalsel justeru mendominasi sementara puncak penyumbang dengan 109 kasus.
Bahkan dengan tambahan kasus baru itu, Kalsel bertengger di posisi enam besar di antara 34 provinsi sebaran Covid-19 dengan jumlah 1.142 kasus, setelah DKI Jakarta: 7.690, Jawa Timur: 5.408, Jawa Barat: 2.354, Sulawesi Selatan: 1.722 dan Jawa Tengah: 1.479 kasus.
“Kita berterima kasih sudah diingatkan. Adalah hal yang wajar seorang presiden memiliki kekhawatiran, karena tingginya angka penambahan kasus yang terjadi di Kalsel,” ujar Abdul Haris, Jumat (5/6).
Meski demikian, lanjut Sdekdaprov Kalsel itu, perhatian pemerintah pusat akan direspon. Bahkan atas perintah dan arahan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, tim gugus tugas terus bekerja dalam upaya menekan jumlah kasus Covid 19 di provinsi ini.
Tingginya penambahan kasus di Kalsel, menurut sekda, bagian dari langkah penanganan Covid-19. Data yang cukup tinggi, merupakan fakta yang ditemukan tim survilen di masyarakat.
Sejak Juni hingga Juli mendatang, akan terus dilakukan tracing dan tracking warga yang diduga terpapar virus korona. Sehingga ada potensi angkanya akan terus meningkat.
“Dari skenario yang dijalankan ini, ditargetkan pada akhir Juli dan Agustus, angka Covid-19 di Kalsel akan menurun,” imbuh sekda.
Atas upaya yang dilakukan tim gugus tugas, Abdul Haris berharap ada dukungan dari masyarakat untuk meningkatkan disiplin dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Kami meminta tolong kepada masyarakat Kalsel, dengan hati nurani dan kejujuran, untuk menerapkan protokol kesehatan. Termasuk melaporkan bila ada keluarganya yang diduga terpapar, agar bisa segera ditangani atau disembuhkan,” imbau Abdul Haris.
Diakui Abdul Haris, salah satu yang kini tengah dihadapi tim gugus tugas, kecepatan hasil uji swab. Namun upaya untuk mempercepat hasil uji swab tersebut, sudah dilakukan dengan menambah peralatan. Sehingga proses uji laboratorium spesimen swab bisa lebih cepat.
“Selama ini kita juga melayani uji swab yang specimennya dari provinsi tetangga, Kalimantan Tengah. Kemungkinan kita akan stop dulu yang dari Kalimantan Tengah. Sehingga bisa fokus dari Kalimantan Selatan,” katanya.
Rencananya, Minggu (7/6) Kepala BNPB yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, akan berkunjung ke Kalsel, bersama sejumlah menteri.
Salah satunya Menkes RI dr Terawang Agus Putranto. Mereka akan bertemu tim gugus tugas provinsi yang akan memaparkan penanganan Covid-19. (emy/foto: deny yunus)