PELAIHARI, banuapost.co.id– Belum genap satu bulan, Sungai Asam Asam kembali meluap. Akibatnya, 200 rumah warga di Asam Asam Kampung, Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Tanah Laut, sejak Ahad (12/7), terendam.
Tak hanya menggenangi ratusan rumah di sembilan Rukun Tetangga (RT), tetapi juga merendam sekitar 100 hektare sawah yang siap panen.
Sebelumnya, Sungai Asam Asam meluap pada 20 Juni 2020 lalu, dan ini merupakan yang kelima kalinya sejak Mei lalu.
Luapan Sungai Asam Asam pada Ahad (12/7) siang, sempat membuat kaget warga. Karena air dengan cepatnya masuk ke dalam rumah. Beberapa lansia, terpaksa dievakuasi personel Polsek Jorong yang berada di lokasi dipimpin Kapolsek Ipda Samsudi.
Beberapa warga terpaksa mengungsi ke Posko Penanggulangan Bencana di RT 7 Asam Asam Kampung, terutama warga RT 6 yang rumahnya tepat berada di bantaran sungai. Di RT 6 kedalaman air di dalam rumah warga mencapai 1 meter.
Menurut Wandi, warga RT 6, bersama keluarga bertahan di rumah dengan menempati loteng yang sengaja dibuat untuk mengantisipasi banjir yang datang hampir setiap tahun. Namun menurut Wandi banjir kali ini merupakan yang kelima kalinya terjadi sejak Mei lalu.
“Ini merupakan banjir ketiga yang airnya tinggi dari lima kali luapan Sungai Asam Asam,” jelas Wandi saat dikonfirmasi, Senin (13/7).
Sementara Riyadi yang terlihat menjemur gabah di atas perahu, mengaku hanya sempat memanen 3 kaleng atau setara 30 kilogram gabah dari 10 borong lahan sawahnya.
“Saya hanya sempat memanen sekitar 3 blek (kaleng), setelah itu banjir datang,” kata Riyadi.
Padahal setiap musim kalau tidak ada gangguan, Riyadi mampu memanen sampai 100 kaleng gabah. Karena itu dengan kondisi teremdam, Riyadi memastikan hasil panennya kali ini jauh dari harapan.
Sedang Kapolsek Jorong, Ipda Samsudi, mengatakan saat ini air sudah turun sekitar setengah meter dibandingkan kemarin.
Menurut kapolsek, luapan air Sungai Asam Asam begitu cepat. Setelah merendam jalan, air dengan cepat menggenangi rumah warga.
“Saat ini air sudah mulai surut. Kalau kemarin airnya cepat sekali naik, kebetulan air laut pasang,” kata kapolsek yang sejak Ahad hingga hingga Senin, terus memantau banjir di Asam Asam Kampung.
Rencananya pasca banjir ini, tim kesehatan salah satu perusahaan pertambangan batubara di Jorong, akan menggelar penggobatan gratis untuk mengantisipasi keluhan warga, terutama gatal-gatal dan penyakit lainnya. (zkl/foto: zul yunus)