BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kesiapan Provinsi Kalsel dalam menyelenggarakan pilkada serentak, 9 Desember mendatang, dipuji Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Apresiasi disampaikan Mendagri Tito, seiring dengan digelontorkannya 100 persen anggaran hibah untuk pesta demokrasi lima tahuan itu.
“Ini merupakan provinsi kedua dari 12 provinsi yang saya kunjungi, sudah menyalurkan seluruhnya anggaran itu. Laporan yang menggembirakan. Artinya, tidak ada alasan bagi KPU dan Bawaslu untuk tidak bergerak,” ujar Tito.
Mendagri mengemukakan hal itu seusai rakor kesiapan pilkada serentak 2020 dan pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (18/7) petang.
Menurut mantan kapolri ini, pilkada kali ini bisa dijadikan momentum untuk menekan pandemi Covid-19 dengan mengendalikan masyarakat agar tidak saling menularkan.
Ditegaskan Menteri Tito, Indonesia yang merupakan negara demokrasi dan desentralisasi, cukup sulit dalam menekan angka penyebaranya.
“Memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, serta masyarakat sendiri dengan 4 prinsip. Yakni pakai masker, cuci tangan dengan sabun, hindari berkumpulan dan jaga jarak,” ucapnya.
Momentum Pilkada, lanjut Tito. bisa maksimal menggerakan seluruh kontestan, termasuk kepala daerah di 270 wilayah.
“Oleh sebab itu, tema yang dapat diangkat dalam pilkada ini, peran kepala daerah dalam penanganan covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” imbuh mendagri.
Karena itu,.sambung mendagri, di pilkada ini gerakan para kontestan untuk berbuat dan adu gagasan bagaimana menangani virus ini dan dampak ekomoni yang ditimbulkan.
Tito juga mengingatkan petugas penyelenggara pilkada harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, seperti mengunakan APD baik itu masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer, hingga pakaian hazmat harus sesuai dengan kondisi di lapangan.
Jika pemilih positif atau karantina, mendagri minta untuk tetap dilayani. Karena mereka warga negara yang memiliki hak memilih.
“Meski demikian, jangan mengambil resiko pakai face shied dan sarung tangan saja. Gunakan baju hazmat secara lengkap agar jangan tertular,” jelasnya.
Tak kalah penting, mendagri berharap seluruh elemen masyarakat bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember mendatang, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (oie/foto: olivia)