BANJARMASIN, banuapost.co.id– Contoh yang baik diperlihatkan Ny Monika (25), warga Pekauman, Banjarmasin Selatan, Selasa (11/8) pagi.
Meski bayinya baru berusia delapan bulan, Akhmad Rasyid, sudah diikutsertakan swab test atau tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di Puskesmas Pekauman.
Seperti peserta dewasa lainnya, bayi mungil itu juga harus menjalani prosedur, seperti diambil sampel apus dari saluran pernapasan hidung dan tenggorokan. Untuk kemudian diperiksa ada tidaknya virus korona.
Menurut Ny Monika, Rasyid sudah dua kali menjalani swab test usai kakeknya terkonfirmasi positif, hingga menjalani perawatan sebulan yang lalu.
“Itu karena kakeknya positif, terus dia juga tertular. Jadi diminta untuk swab lagi oleh pihak puskesmas. Sudah dua kali swab untuk keperluan kantor karena saya ngak boleh masuk kerja kalau gak ada keterangan,” jelas Ny Monika.
Dari dua kali swab test yang dijalani, Rasyid dinyatakan positif. Namun tanpa menunjukkan gejala. Jadi ini yang ketiga kali. Sementara sang kakek, sudah dinyatakan negatif dari Covid-19, dan telah selesai dari perawatan dan isolasi.
Sementara menurut Kepala Puskesmas Pekauman, dr Afri Ammorinto, pemeriksaan tes swab ini merupakan kegiatan rutin setiap hari Selasa dan Rabu dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Hari ini ada 20 orang, baik yang kontak erat konfirmasi positif sebelumnya, dan juga kasus kasus dari rapid test yang reaktif, serta hasil screening dari pelayanan kita.” Jelas dr Afri.
Soal peserta bayi yang mengikuti tes swab, menurutnya, siapapun yang telah terindikasi Covid-19 harus tetap menjalani tes tanpa minimal usia.
“Anak kecil memang tetap kita laksanakan pemeriksaan tetap untuk diagnosis dini. Terlebih lagi ada riwayat dari keluarganya yang terkonfirmasi positif. Anak usia berapapun tetap kita lakukan swab,” tandas dr Afri.
Dari lima kelurahan yang menjadi cakupan Puskesmas Pekauman, Kelurahan Pekauman, Mantuil dan Kelayan Barat, sudah mengalami penurunan kasus positif Covid 19, dalam beberapa minggu terakhir ini.
“Penurunan hampir 50-60 persen. Pekauman, Mantuil dan Kelayan Barat, sudah kosong. Sementara yang masih ada kasus-kasus baru, seperti Basirih Selatan, dan Kelayan Selatan,” imbuh dr Afri. (akb/foto: ist)