BATULICIN, banuapost.co.id– Warga Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Tanah Bumbu, diberi pelatihan pengolahan pupuk hayati berasal dari rumput laut.
Pelatihan digagas Dinas Perikanan bekerja sama dengan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (31/8).
Tujuannya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tentang penerapan teknologi adaptif hasil riset.
Kegiatan diikuti 20 peserta, termasuk dari HIPMI, HIPMIKINDO dan UMKM. Sedang rumput laut yang digunakan sebagai bahan utama jenis eucheuma cottoni, sargassum dan gracilaria.
Menurut Koordinator Pelatihan dari Dinas Perikanan Tanbu, A Gafur Ariyasi, biaya yang diperlukan untuk membuat pupuk hayati melalui metode tersebut, sangat terjangkau. Berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.500 per kg.
Dalam pembuatan pupuk hayati, ada 2 hasil produk. Yaitu pupuk hayati cair dan pupuk hayati padat. Sedang waktu pembuatan, selama 15 hari. Karena diperlukan proses fermentasi.
“Selain biaya sangat murah dan terjangkau, bahan yang diperlukan pun, sangat mudah dan tersedia,” jelas Gafur.
Bahan yang diperlukan, lanjur Gafur, selain rumput laut, juga tepung ikan, tepung cangkang rajungan atau tepung kulit udang, kotoran sapi (kohe) dan abu tandan sawit.
“Hasil dari pengolahan pupuk, salah satunya bisa diaplikasikan ke tanaman jahe. Hingga mampu mempercepat pertumbuhan dan pembentukan tunas,” katanya.
Bahkan dengan pupuk ini pula, sambung Gafur, akan menjadi peluang usaha bagi masyarakat Tanah Bumbu. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Pelatihan ini selanjutnya akan dikembangkan dan dikelola bumdes setempat, guna pengembangan usaha masyarakat wilayah itu. (jack/foto: ist)