BATILICIN, banuapost.co.id– Untuk menghasilkan karya foto yang bagus, tidak harus mengandalkan kamera yang mahal.
Foto yang bagus dipengaruhi banyak faktor. Pencahayaan yang bagus, sudut pandang yang tepat, komposisi yang menarik adalah beberapa hal utama. Sementara kamera, hanya sebagai media perekam.
“Dengan demikian, jangan berfikir kamera mahal akan secara langsung menghasilkan foto yang bagus, belum tentu. Karena itu jangan lantas minder jika kamera kita lebih murah,” tegas Muzakkir Munzir, pemateri dalam workshop fotografi yang dihelat Komunitas Pegiat Gambar (Kopi Ambar) Tanah Bumbu, Sabtu (12/9)
Menurut Bang Zak, sapaan akrab pewarta foto banuapost.co.id, ini, kamera hanya sebagai pendukung terciptanya foto yang bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi. Di luar itu ada penguasaan teknis yang harus dikuasai fotografer sebelum merekam objek menjadi sebuah foto.
Fotografi, lanjut mantan korlip Harian Sinar Kalimantan ini, merupakan seni melukis cahaya. Artinya fotograferlah yang harus mengatur intensitas cahaya yang masuk ke ruang pengolahan gambar dalam kamera. Dalam menentukan intensitas cahaya itulah, diperlukan penguasaan teknis fotografer sebagai orang yang berada di balik kamera.
“Semakin baik insting fotografer dalam mengatur pencahayaan, maka foto yang dihasilkan akan semakin bagus pula. Bagaimana mengusai teknisnya? harus rajin latihan,” jelas putra kelahiran Bang Zak, sekaligus memotivasi peserta workshop.
Workshop fotografi yang baru pertama kali diadakan di Tanah Bumbu ini, diinisiasi Kopi Ambar dengan dukungan Bank Kalsel, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas perpustakaan dan Kearsipan Darah.
Worshop berlangsung di studio Mini perpustakaan daerah dengan jumlah peserta terbatas 40 orang. Workshop ini berlangsung menarik dengan antusias peserta yang tinggi. (uza/foto: ist)