BATULICIN, banuapost.co.id– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu, menggalakkan pengaplikasian program inklusi sosial. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kebermanfaatan keperpustakaan bagi masyarakat.
“Pengaplikasian tersebut sesuai dengan proyek prioritas nasional pembangunan 2019,” jelas Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Ambo Sakka.
Proyek prioritas itu, lanjut Ambo saat pembukaan kegiatan di studio mini Dispersip, Sabtu (12/9), pertama, informasi terapan dan inklusif. Kedua, pendampingan masyarakat untuk literasi informasi.
“Sedang yang ketiga, pemerataan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” bebernya.
Salah satu yang saat ini dilakukan, sambung Ambo, mendesain perpustakaan dan koleksinya untuk dimanfaatkan masyarakat seoptimal mungkin.
Seperti diketahui saat ini Dispersip Tanah Bumbu baru saja menempati gedung baru yang megah. Terdiri dari empat lantai dan dilengkapi dengan fasilitas yang canggih.
“Untuk ukuran Tanah Bumbu, gedung kita ini terbilang yang termegah. Kelompok masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk kegiatan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Di gedung baru tersebut, menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, sedang dipersiapkan ruang berbagi pengalaman, ruang belajar yang kontekstual, dan ruang berlatih keterampilan kerja.
Sementara di lingkungan sekitar gedung, juga sedang dirancang untuk dijadikan taman yang dapat dimanfaatkan masyarakat bersantai, sekaligus melaksanakan kegiatan kepustakaan.
Saat ini dispersib juga sedang meningkatkan kemitraan dengan berbagai lembaga dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan perpustakaan, menjalin komunikasi yang baik dan meningkatkan ekspos media.
Sejalan dengan itu, Ambo Sakka berharap, kemudahan dan ketersediaan akses bahan pustaka dan sumber informasi bermutu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
“Pada akhirnya perpustakaan dapat memberi peran terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan IPM,” pungkasnya. (uza/foto: ist)