MARTAPURA, banuapost.co.id- Lomba Mamair (memancing ikan gabus atau toman dengan umpan kodok atau katak) Piala Paman Birin Cup II, diikuti ribuan pamairan.
Kompetisi memancing tradisonal ini, dihelat di Pondok Alam Roh 8, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Ahad (13/9) siang.
Kejuaran ini, selain memperebutkan tropi, juga uang tunai jutaan rupiah dan tropi. Ada 3 kategori yang dilombakan, yaitu berat ikan, jumlah ikan, dan berat ikan toman.
Karena antusiasnya pamairan dalam lomba ini, Pemprov Kalsel juga menambahkan kategori khusus. Yaitu untuk ikan terkecil dan pemancing disabilitas.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, lomba mamair ini dilaksanakan untuk menyalurkan bakat para pamair Banua.
“Jadi hampir ribuan pemancing mengikuti ajang Paman Birin Cup II ini,” katanya.
Diakui Syamsir, lomba mamair ini insiatif Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Apalagi menangkap ikan secara tradisional ini dengan menggunakan batang bambu sebagai alat jorannya.
“Ini karena gubernur melihat ramainya para pemancing dadakan saat ini. Maka dari itu, kita himpun bersama dengan tokoh setempat, seperti camat, kepala desa, Ketua RT hingga babinsa, bhabinkamtibmas, termasuk warga sekitar, ” jelas Syamsir.
Karena itu even lomba mamair ini, akan diagendakan secara rutin pada tahun mendatang. Selain ikan gabus dan toman, tidak menutup kemungkinan ikan yang lain juga akan dilombakan.
“Kalau untuk hari ini ada haruan (gabus) dan toman. Padahal di situ juga ada sepat siam, bisa jadi akan kita lomba kan lagi nanti,” imbuhnya.
Sementara ketua pelaksana perlombaan, M Asfi, menjelaskan, perlombaan digelar dari pukul 12:00 hingga 16:00 Wita di tengah area persawahan sepanjang 8 kilometer dengan terbagi menjadi 2 jalur.
“Syaratnya tidak boleh membawa wadah. Joran yang digunakan pun, harus tradisional. Bukan yang fiber, dan umpannya harus kodok,” jelasnya.
Selain itu kegiatan lomba mancing di tengah pandemi ini, pesertanya diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan saling menjaga jarak dan menggunakan masker.
“Peserta tidak terbatas, karena pendaftaran melalui online. Maka peserta tinggal registrasi ulang dan mengambil nomor wilayah yang ingin di pancing,” ucap Asfi. (oie/foto: olivia)