JAKARTA, banuapost.co.id– Penceramah atau pendakwah Syekh Ali Jaber, menjadi korban penusukan saat mengisi pengajian. Peristiwa ini terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Ahad (13/9).
Akibat tikaman, Syekh Ali Jaber mengalami luka bagian bahu kanan, hingga sempat dilarikan ke Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming mengutuk keras penyerangan kepada pemuka agama, dan minta agar ditindak tegas.
“Hukum seberat-beratnya penyerang kepada para ulama,” tegasnya, Ahad (13/9).
“Penyerangan ini jelas tindakan yang bisa mengundang konflik di masyarakat,” imbuhnya.
Karena itu, sambung Mardani, siapa pun dia apakah perorangan, kelompok, pemerintah harus bertindak tegas.
Menurut Mardani, penyerangan terhadap pemuka agama sudah mengganggu ketenteraman masyarakat. Perbuatan yang bisa berakibat merebaknya isu SARA. Perbuatan yang bisa mengganggu pelaksanaan ibadah.
Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalsel ini, juga meminta pelaku penusukan Syekh Ali Jaber dihukum seberat-beratnya. Karena menjadi ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber, dan ke depan jangan sampai terulang kembali. Menurut saya, penyerangan terhadap pemuka agama sudah menjadikan ancaman bangsa dan negara,” tandasnya.
Untuk diketahui, Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau Syekh Ali Jaber, merupakan seorang pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia. Sejak 2008, Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2012.
Kehadiran Syekh Ali Jaber mendapat sambutan, baik masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan. Penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits. Sejak saat itu, Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.
Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghafal Al Qur’an di Indonesia, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber yang berkantor di Jatinegara, Jakarta Timur.
Popularitas Syekh Ali Jaber tak kalah dengan penceramah ternama Indonesia lainnya. Meski sudah tenar lewat media, Syekh Ali Jaber tetap rendah hati dan masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah. (yb/b2n/foto: ist)