BANJARMASIN, banuapost.co.id– Anak yang bekerja untuk mencari uang, bisa saja disebut dengan eksploitasi. Meski hal tersebut terjadi karena persoalan ekonomi yang tak jauh dari urusan perut, selain anak juga memiliki haknya sendiri.
“Padahal kodratnya, tugas anak bukan untuk mencari nafkah. Tetapi hak anak bersekolah, bermain dan diasuh dengan benar,” jelas Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi, Senin (14/9).
Walau anak memiliki haknya sendiri, lanjut Iwan, tetapi masih banyak orang tua mengunakan anak sebagai alat untuk mencari uang karena persoalan perut.
“Banyaknya anak-anak turun kejalan bekerja, mengemis, mengamen dan lain-lain, ya karena faktor utamanya adalah ekonomi,” tandas Iwan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, sambung Iwan, sudah melakukan upaya penertiban, pembinaan dan bantuan.
Namun kasus akan muncul kembali. Selain karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan, bantuan pemerintah pun terbatas.
“Sehingga tidak ada kata jera selagi itu untuk mengisi perut yang lapar,” tandasnya.
Di balik persoalan ini, menurut Iwan, perlunya seluruh elemen masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam membantu mereka yang kekurangan.
Selain bantuan materi, perlu juga kepedulian masyarakat untuk memberikan edukasi kepada si orang tua, mengeksploitasi anak sebagai alat untuk mencari uang adalah salah.
Sebab apabila terbukti ada orang tua maupun orang lain yang mengeksploitasi anak untuk kepentingan diri sendiri, dan memeras sampai pada membahayakan si anak, itu bisa dipidana. (ham/foto: hamdiah)