BATULICIN, banuapost.co.id– Program 200 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya (TS) perjuangan salah satu kandidat Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H Maming (SHM), diluruskan Ketua Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (ISNU) Kabupaten setempat, M Akram Sadli.
Menurutnya, PJU TS merupakan Program Prioritas Nasional dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu pemasangan lampu PJU-TS lebih dari 45.000 titik baru di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
“Termasuk di beberapa kabupaten-kota di Kalsel. Seperti 200 titik PJU-TS di Kabupaten Tanah Bumbu, serta Banjarmasin dan Tanah Laut ada 50 titik yang dikerjakan pada 2020 ini,” jelas Akram di Batulicin, Kamis (17/9).
Program pro lingkungan sejak 2018 ini, lanjut Wakil Ketua Eksekutif Partai Nasional Demokrat (NasDem) Tanah Bumbu ini, merupakan implementasi dari kebijakan nasional dari Pemerintah Indonesia era Presiden Joko Widodo.
“Tujuannya, mengurangi gas Efek Rumah Kaca (ERK) dan pemasyarakatan pemanfaatan sumberdaya Energi Baru Terbarukan (EBT),” katanya.
Proyek ini, sambung Akram, dikejar pelaksanaannya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, sejalan dengan target nasional. Bauran EBT diharapkan hingga 23 persen dari energi nasional di 2025 nanti.
Menurut Akram, dilaksanakannya program PJU-TS ini tentunya akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam menggerakan roda perekonomian. Selain itu, PJU – TS dinilai lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan PJU konvensional.
“Karena itu saya sangat mengapresiasi pelaksanaan program dari pemerintah Presiden Jokowi ini,” tandasnya.
PJU – TS ini, imbuh Akram, kelanjutan dari Program Indonesia Terang (PIT) saat Menteri ESDM dijabat Sudirman Said.
“Jadi ini bukan program baru. Ini program lama yang sudah dikerjakan Presiden Jokowi sejak 2018,” tegasnya.
Sebelumnya, SHM yang biasa disapa Cuncung, mengklaim program 200 titik PJU – TS di Tanah Bumbu merupakan usulannya saat duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI.
“Karena program ini dijalankan Pak Jokowi sejak 2018 dengan target seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Sementara Bang Cuncung di Senayan baru pada 2019,” ucap Akram. (emy/foto: ist)