BANJARMASIN, banuapost.co.id- Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini Pemprov Kalsel melaksanakan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, Pangeran Antasari, dengan mengenakan pakaian adat Banjar.
Peringatan ke-158 tahun wafatnya P Antasari diawali dengan penghormatan di depan komplek persemayaman, Jl Malkon Temon, Banjarmasin Utara, Ahad (11/10) pagi.
Dipimpin Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan doa. Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, H Rudi Resnawan, beserta jajaran forkopimda.
Dalam kesempatan itu, Rudi Resnawan mengatakan, semangat perjuangan Pangeran Antasari harus menjadi contoh semua kalangan.
“Terutama kaum melenial, sesuai pesan almarhum: Haram Menyerah, Waja Sampai Kaputing,” ujar Rudi.
Sementara Brigjend TNI Firmansyah mengatakan, kegiatan ini hendaknya bukan sekadar rutinitas tahunan. Tapi dijadikan momentum yang sangat berharga untuk mengenang kembali kegigihan Pangeran Antasari dalam melawan penjajah.
“Beliau mempunyai kepemimpinan yang cerdas, cerdik, alim, patriotisme, nadionalis dan dicintai masyarakatnya. Ini menjadi sebuah pembelajaran sejarah untuk diterapkan dalam kehidupan kita dimasa kini, maupun dimasa mendatang,” ujar Pati TNI bintang satu ini
Semangat sang pahlawan, sambung Brigjend Firmansyah, harus diwujudkan dalam membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Terutama persatuan dan kesatuan, dalam mengedepankan kebersamaan.
“Disitu juga tergambar, semangat beliau dapat kita aplikasikan dalam menjalankan misi kemerdekaan untuk negara dan daerah yang lebih baik lagi. Intinya semangat haram menyerah waja sampai kaputing, harus diaplikasikan dalam mengisi kemerdekaan ini,” tegasnya.
Seusai prosesi ziarah selesai, Pemprov Kalsel juga memberikan tali asih kepada para keluarga atau ahli waris para pejuang di Kalsel. (oie/foto: olivia)