SAMPIT, banuapost.co.id– Hampir se tiap tahun pertengahan Oktober hingga November, nelayan Dusun Kalab, Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ‘istirahat’ melaut.
Selain karena laut yang tak bersahabat akibat angin kencang dan tak jarang dengan badainya di Laut Jawa itu, ikan-ikan pun seperti ‘menyerahkan diri’ untuk ditangkap.
Jadi tak perlu melaut susah payah bertaruh nyawa. Wong tanpa peralatan yang berat di bawa dan biaya bahan bakar untuk mesin kapal pun, ikan dapat diperoleh dengan mudah. Bersama anak dan istri pula.
Begitulah aktivitas nelayan Pantai Ujung Pandaran, Teluk Sampit, sebuah kawasan objek wisata penuh ‘mistis’ yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa, Rabu (28/10).
Ribuan ikan tamban atau berbagai jenis ikan istilah masyarakat di sana menyebutnya, diperoleh hanya dengan cara sangat mudah.
Kumpulan berbagai ikan campuran sekitar pantai, terutama ketika laut sedang pasang, dijaring dengan net beberapa puluh meter dari bibir pantai.
“Keberadaan ikan-ikan ini datang bergerombol ke tepian pantai untuk mencari makan. Jadi cukup dua orang, kiri dan kanan, net atau jaring kemudian digiring hingga pantai,” ujar Pendi, warga setempat.
Selama musim seperti ini, sambung Pendi, para nelayan tak perlu jauh-jauh hingga ratusan mil ke tengah lautan. Karena hasil yang diperoleh pun sampai tiga kwintal, (um/foto: ist)