BATULICIN, banuapost.co.id– Masyaallah. Satu hektare lahan dihibahkan seorang warga Sungai Danau (Sudan) untuk membangun rumah tahfiz sebagai amal jariyah bila dr HM Zairullah Azhar terpilih jadi Bupati Tanah Bumbu.
Sikap mulia warga yang tidak mau disebutkan namanya, disampaikan melalui sepotong surat ketika calon Bupati Tanah Bumbu tersebut menggelar kampanye dialogis di Kecamatan Satui, Selasa (3/11).
Kedatangan calon nomor urut 03 ke beberapa desa di Kecamatan Satui, selalu disambut antusias. Desa yang disambangi, Sungai Danau, Satui Timur dan Satui Barat serta Desa Alkautsar. Dukungan kemenangan dari warga pun disampaikan 80 hingga 90 persen di titik yang dikunjungi.
“Kami siap menangkan ZR 90 persen,” ucap warga di Desa Sungai Danau.
Meski demikian, warga minta ZR, abreviasi dr HM Zairullah Azhar-HM Rusli, memberi perhatian atas perbaikan jalan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara, Zairullah Azhar yang di dampingi tim koalisi dan beberapa tokoh agama dan masyarakat, mengucapkan terimakasih atas dukungannya.
Khusus yang siap memberikan tanah satu hektare untuk membangun rumah tahfiz, diakui Zairullah sangat luar biasa.
“Masyaallah, semoga Allah melancarkan hajat kita,” imbuhnya.
Sepeerti diketahui, Masyaallah atau Masya Allah, frasa yang diungkapkan seorang Muslim untuk menunjukkan kekaguman terhadap seseorang, sesuatu atau kejadian. Ucapan ini digunakan sebagai ekspresi penghargaan, dan juga sebagai pengingat, semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak Allah SWT.
Ditegaskan Zairullah, jika diberikan amanah untuk memimpin Tanah Bumbu, program yang dilakukan dengan pasangannya, HM Rusli, memperbaiki semuanya dan mengembalikam hak-hak anak yatim, janda tua, guru-guru ngaji dan program rumah tahfiz setiap desa.
“Kita meminta keberkahan. Kenapa ada rumah tahfiz di suatu daerah di Sumatera, dan itu berkah. Sebab banyak yang sukses, bahkan banyak jadi menteri di daerah itu. Semoga ini juga bisa terjadi di Tanah Bumbu,” ucapnya.
Selain membeberkan visi misinya, Zairullah juga menepis banyak hoax yang dituduhkan. Misalnya saja, jangan pilih Pak Zairullah karena hanya akan menjabat setahun atau dua tahun. Ditegaskannya, bohong besar.
“Untuk jadi pemimpin, tidak perlu menyebar kebongongan. Masa mau jadi pemimpin harus berdusta dulu. Tidak akan berkah seperti itu,” katanya menyindir.
Isu lain, yakni akan mendozer tanah masyarakat. Isu ini menurut Zairullah, ramai dibicarakan untuk menjatuhkan dirinya.
“Banyak sekali isu yang ditujukan kepada saya. Tapi semua itu bohong besar. Masyarakat harus bisa menilai dan jangan mau diintimidasi. Pilih dengan hati nurani saja,” pungkasnya mengingatkan. (emy/*/foto: ist)