BATULICIN, banuapost.co.id– Program Tri Dharma Pembangunan, salah satunya pelayanan kesehatan gratis yang ditiadakan Pemerintah Daerah Tanah Bumbu sekarang ini, jadi soroton paslon nomor urut 01.
Pasalnya, Pemda Tanah Bumbu lebih mementingkan ruang kerja perkantoran, ketimbang kepentingan masyarakat banyak yang sangat mendasar tersebut.
“Padahal infrastruktur, kenyataannya masih banyak yang rusak. Sementara sebagian besar warga yang kurang beruntung, juga kesulitan dana dalam berobat,” ujar Mardani H Maming.
Ketua Pemenangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H Maming-M Alpiya Rakhman (SHM-MAR), mengungkapkan hal tersebut ketika melakukan kampanye dialogis di RT VI RW I Desa Pandansari, Kecamatan Karang Bintang, Selasa (3/11).
“Ketimbang mempercantik interior kantor, kenapa tidak program pengobatan gratis yang pernah ada dilanjutkan,” tanya Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.
Selain itu, sambung CO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 ini, adanya para petani yang diintervensi oknum agar menjual hasil kebunnya ke perusahaan tertentu, serta penggusuran lahan yang tidak sesuai ganti ruginya tak pernah tuntas diselesaikan.
“Kasus-kasus seperti ini, menyebabkan petani Tanah Bumbu seperti tidak menjadi tuan di rumahnya sendiri,” tegas putra Pambakal Batulicin, H Maming (alm) itu.
Kondisi seperti ini, lanjut mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Akasi) itu, tidak ada terjadi lagi.
Tanah Bumbu akan kembali seperti di era 2010-2018 dengan program Tri Dhama Pembangunan yang berpihak ke masyarakatnya.
“Tri Dharma Pembangunan yang hilang akan kembali lagi, kalau pasangan SHM-MAR diberi amanah memimpin Tanah Bumbu,” pungkas mantan Bupati Tanbu dua periode ini. (yb/*/foto: ist)