BANJARMASIN, banuapost.co.id – Sempat terkendala karena pandemi Covid-19 sejak Maret lalu, program imunisasi kembali gencar disosialisasikan.
Akan pentingnya imunisasi, dihelat Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dengan menggelar workshop di Best Western Kindai Hotel, Rabu (11/11). Kegiatan workshop ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 2020.
Menurut Kadinkes Kota Banjarmasin, dr Machli Riyadi, bersama pemko telah siap melakukan kembali program imunisasi setelah bergelut dalam permasalahan Covid-19, sejak beberapa bulan lalu.
Mengingat sekarang kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin telah melandai, sehingga untuk sekarang dinkes lebih fokus terhadap program imunisasi.
“Bukan berarti tidak menangani Covid-19, tapi kita lebih fokus pada program-program kepelayanan esensial, salah satunya imunisasi yang menjadi hak anak,” jelas Machli.
Selain terhambat karena Covid-19 hingga menyebabkan fokus Pemko Banjarmasin terpecah, Machli jmengakui, masih banyak masyarakat yang memandang negatif terhadap isu-isu pengunaan imunisasi terhadap anak.
“Selain terkendala karena Covid-19, ada juga isu negatif di masyarakat yang muncul terhadap imunisasi. Salah satunya imunisasi rubella yang dianggap masyarakat tidak halal,” katanya.
Sehingga dengan digelarnya workshop, lanjut Machli, selain sosialisasi juga menangkal isu-isu negatif terhadap imunisasi dengan mengundang para pakar, dan ahli dalam bidangnya masing-masing sebagai narasumber.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, imbuh Machli, telah menargetkan 71 persen dalam pencapaian program imunisasi tahun ini. Namun sampai September 2020 hanya mencapai 51 persen.
“Dengan kondisi ini, Dinkes Banjarmasin akan terus gencar melakukan sosialisasi program imunisasi ke semua lapisan masyarakat,” tandasnya. (ham/foto: hamdiah)