BANJARMASIN, banuapost.co.id– Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu isu strategis dan prioritas pembangunan nasional. Karena itu penanganannya sinergi bersama.
“Pemerintah pusat dan daerah dengan program perlindungan sosialnya, tertujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan. Dengan berbagai upaya dilakukan, tujuannya untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan kerentanan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kalsel, Siti Nuriyani.
Siti Nuriyani mengemukakan itu ketika memberikan sambutan dalam rapat Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di salah satu hotel Jl A Yani Km 2, Kamis (12/11).
Sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut Siti Nuriyani, presentase tingkat kemiskinan di Kalsel sebesar 4,38 persen pada Maret 2020. Angka tersebut menempatkan Kalsel terendah di regional Kalimantan
Di Kalsel untuk sekarang hanya 6 kabupaten yang sudah membentuk SLRT, yaitu Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Batola, Tabalong, dan Tanah Laut.
“Rencananya 2021 akan rilis SLRT di 7 kabupaten/kota yang tertinggal, yaitu Balangan, Tanah Bumbu, Kotabaru, HSU, HST, Banjarmasin, dan Banjarbaru,” jelas Siti Nuriyani.
Karena itu, tujuan digelarnya kegiatan ini untuk mengevaluasi penerapan dan pelaksanaan SLRT, serta mengetahui kendala apa saja yang dihadapi selama pelaksanaannya.
“Tujuannya guna memperoleh solusi dari permasalahan yang dihadapi kabupaten dalam pelaksanaannya,” tandasnya. (oie/foto: olivia)