BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kaum muda menjadi kelompok yang sangat rentan terpapar paham radikal. Umumnya dengan rentang usia 18-20 tahun atau usia remaja.
“Hal tersebut dilihat dari sejumlah penangkapan, dan pelaku terorisme itu kaum muda. Aksi radikal memang sepertinya disengaja menyasar kaum muda, baik dengan cara melalui media sosial atau hal lain,” jelas Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel, Aliansyah Mahadi.
Aliansyah mengemukakan itu dalam gelar literasi informasi: ‘Ngobrol Pintar Cara FKPT Kalsel’ dengan awak media di Cafe Arwana, Benua Anyar, (11/12) malam.
Kondisi demikian, lanjut Aliansyah, diperkuat lagi dengan data nasional. 80 persen dari 1.000 warga, telah terpapar paham radikal. Bahkan rentang usianya pun, 18-20 tahun atau usia remaja.
“Selain data, pengakuan pelaku pun memperkuat kondisi demikian. Dari beberapa pengakuan, kaum muda lebih mudah diajar atau digaet untuk melakulan hal-hal berbau radikalisme,” tandasnya.
Teroris, sambung Aliansyah, layaknya bunglon yang dengan mudahnya beradaptasi di lingkungan. Karena itu, patut waspada akan keadaan sekitar.
“Teroris itu sulit dideteksi. Seperti di Daha kemarin yang awalnya adem anyem, damai, tiba-tiba saja kejadian. Kita tidak bisa memprediksi dimana adanya mereka. Sehingga sangat disarankan untuk selalu waspada,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi radikalisme di Kalsel, terutama digolongan muda yang terpapar, FKPT Kalsel telah melakukan beberapa kunjungan ke beberapa pondok pesantren.
“Oleh sebab itu, kami merangkul para ulama dan tokoh di daerah untuk ikut serta berandil menangkal meningkatnya paham radikal di daerah kita,” katanya. (oie/foto: olivia)