BANJARMASIN, banuapost.co.id– Konsep Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) yang telah disiapkan Bank Kalsel sebagai salah satu cara mendukung percepatan akses keuangan daerah, diyakini menguntungkan smua pihak
“Bahkan dapat memberikan benefit bagi masyarakat luas yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” kata Dirut Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, Jumat (11/12).
Menurut Agus, keuntungan yang didapat dari EKD, mendukung penatakelolaan keuangan yang lebih baik dan transparan.
Karena itu, dapat memperbesar kebermanfaatan keuangan bagi daerah, baik dalam bentuk pengembalian pendapatan yang lebih besar, maupun belanja yang lebih efisien.
“Selain pemantauan dan monitoring keuangan daerah yang lebih teratur, juga memperbesar penerimaan pendapatan daerah dari peningkatan bisnis lembaga jasa keuangan daerah maupun BUMD lainnya,” jelas Agus.
Untuk Lembaga Keuangan Daerah (LKD), lanjut Agus, pengelola EKD dapat memperbesar potensi bisnis Lembaga Jasa Keuangan Daerah (LJKD) dengan memanfaatkan jasa dan layanan yang dimiliki. Memperluas pasar LKD melalui hubungan kemitraan dengan semua pihak di dalam EKD.
Sehingga kemampuan LJKD dalam menghasilkan pendapatan, mendorong penerimaan daerah. Sementara risiko yang dihadapi lebih kecil dengan penyebaran dan bervariasinya pihak yang terlibat.
Sedang bagi penyedia barang/jasa atau pihak ketiga lainnya, keuntungan yang dapat diraih kepastian akan pelaksanaan pekerjaan dan penerimaan pendapatan yang lebih teratur, tepat waktu dan tepat kuantitas.
“Penerimaan insentif-insentif dalam bentuk tertentu yang dapat memberikan manfaat bagi mereka untuk menjalankan bisnisnya. Memperbesar pasar dari bisnis yang dijalankan dengan adanya keterlibatan dari semua pihak yang terkait,” papar Agus.
Dengan demikian, mendorong peningkatan bisnis serta memperbesar kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, baik dari pihak penyedia barang/jasa maupun pihak ketiga lainnya. (oie/foto: ist)