MARTAPURA, banuapost.co.id– Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan ratusan rumah di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, terendam. Genangan paling parah di Desa Tanggul Irang, Bincau Muara dan Desa Pekauman.
Pantauan di lokasi, hingga Senin (28/12) siang debit air masih setinggi paha orang dewasa. Sementara sejumlah jalan utama yang terendam, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.
Tinginya genangan hingga ke dalam rumah warga. Sehingga mereka terpaksa mengemas dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Meski tidak ada korban jiwa, banjir sangat menghambat aktivitas. Sejumlah warga mengaku tidak dapat bekerja, karena cemas dengan debit air yang kian meningkat.
Menurut warga, ini merupakan banjir terparah sejak 14 tahun terakhir di wilayah tersebut. Karena itu mereka berharap, cuaca membaik.
“Kami berharap tidak lagi hujan.Karena jika hujan, banjir kian meninggi. Kami terpaksa mengungsi,” ujar Ny Mahdalifah, warga Desa Bincau Muara.
Menurut Ny Mahdalifah, genangan air terus meningkat sejak sehari sebelumnya, Ahad (27/12). Begitu juga dengan kondisi di bantaran sungai kian parah, karena kiriman air dari hulu.
Terhadap bencana ini, Ny Mahdalifah berharap pemerintah segera mengambil langkah penanggulangan dengan memberikan bantuan logistik makanan atau menyiapkan dapur umum.
“Kami tidak bisa bekerja, sehingga akan kesulitan untuk membeli makanan,” imbuhnya.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel yang menerima informasi banjir, seketika turun ke lokasi genangan. Tim yang di komandani Kasi Kedaruratan, S Dinarja MH, langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar dan melakukan pendataan korban.
“Tahap awal kami mengidentifikasi dulu, kalau-kalau ada korban darurat yang membutuhkan penanganan emergency,” jelasnya.
Sembari berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten setempat, sambung Dinarja, BPBD Provinsi akan menyiagakan personel untuk senantiasa memantau debit air. Soal pendirian posko dan tenda pengungsian, akan bergantung dari kondisi kedaruratan.
“Kita pantau debit airnya dulu. Kalau terus mengalami peningkatan, akan siapkan langkah antisipasi penanggulangan korban,” katanya. (uza/foto: muzakkir munzir)