BARABAI, banuapost.co.id– Sebagai salah satu daerah terparah akibat bencana banjir di Provinsi Kalsel, rakyat Hulu Sungai Tengah (HST), khususnya yang bermukim di kaki Pengunungan Meratus, masih belum tesentuh bantuan.
Selain karena terputus timbunan longsor, akses ke lokasi-lokasi terujung di kabupaten tersebut, juga tidak dapat dilalui meski dengan kendaraan roda dua sekalipun.
Karena itu untuk mencapai sasaran, hanya dengan berjalan kaki. Tak tanggung-tanggung waktu tempuhnya pun 4 hingga 5 jam.
Berjalan kaki hingga 4,5 jam itulah yang dilakoni pimpinan TNI Kabupaten HST, Jumat (22/1). Dandim 1002/Barabai, Letkol Inf M Ishak H Baharuddin, Danyonif 621/Manuntung, Mayor Inf Yoga Yustinanda, Danramil 1002-07/Pagat, Kapten Inf Andi Tiro, dan Pasi-1/Lidik Yonif 621 Lettu Inf Sumarlianto.
Pimpinan TNI pemilik teritorial kabupaten dengan Ibu Kota Barabai ini, melakukan pendistribusian logistik, termasuk menyerahkan batuan Presiden Joko Widodo kepada warga terdampak musibah banjir dan tanah longsor.
Bersama 32 anggota, dandim dan danyonif mendistribusikan logistik ke Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, salah satu desa yang masih terisolir.
“Perlu perjuangan untuk mencapai Desa Datar Ajab. Kami jalan kaki selama 4,5 jam dengan membawa logistik di pundak menggunakan rangsel,” ucap Letkol Inf M Ishak H Baharuddin.
Untuk pendorongan logistik ke Desa Datar Ajab, sambung dandim, sampai saat ini belum bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat.
“Begitupun untuk kendaraan roda karena kondisi jalan sangat licin ditambah adanya longsoran yang menutupi jalan. Sehingga sangat berisiko bagi keselamatan,” jelasnya.

Menurut dandim, sedikitnya ada 27 titik longsor ditemukan di sepanjang pejalanan menuju Desa Datar Ajab. Bahkan ada yang terkikis arus banjir. Karena itu satu pilihannya, ditempuh dengan jalan kaki.
Sementara menurut Danyonif 621/Mtg, Mayor Inf Yoga Yastinanda, logistik yang ada di rangsel anggota, selain beras, mei instan, sarden, kecap, roti kering, garam, gula, kopi, dan teh, juga lilin.
“Kami maksimalkan apa yang bisa dbawa di dalam rangsel. Karena juga memperhitungkan kekuatan personel dalam membawa logistik akibat kondisi medan yang sangat sulit dilalui,” ucapnya.
Kegiatan pendorongan logistik, merupakan wujud kepedulian TNI-AD kepada warga terisolir akibat terdampak banjir yang hingga kini masih belum tersentuh bantuan.
Untuk kebutuhan masyarakat Datar Ajab, sesuai dengan permintaan warga, seperti selimut, sarung, senter, parang dan gergaji.
Untuk pendorongan logistik selanjutnya sudah dilaporkan ke Danrem 101/Antasari. Brigjend TNI Firmansyah, direncanakan menggunakan helikopter. (oie/foto: ist)