PELAIHARI, banuapost.co.id– Banjir yang merendam Kecamatan Kurau, membuat cemas petani di Desa Kali Besar dan Desa Handil Negara. Mereka khawatir kalau tidak surut dalam satu pecan, akan membuat anak padi membusuk.
Rencananya petani dikedua desa bertetangga itu, akan memulai musim tanam pertengahan Januari. Namun akibat curah hujan yang cukup di Tala, membuat sungai-sungai meluap menggenangi sawah dan pemukiman.
Petani kemungkinan terpaksa membuat bibit baru, atau membeli bibit dari desa tetangga yang tidak terdampak banjir. Kalau menanam kembali bibitnya, otomatis akan menunda waktu tanam. Karena membuat bibit padi butuh proses.
Syukur mengaku hanya dalam hitungan pekan sudah siap untuk menanam padi di sawah yang sudah disiapkannya.
“Saya hanya berharap air segera surut dan anak padi tidak rusak. Kalau sampai rusak, berarti saya harus menyiapkan bibit lagi,” kata Syukur sambil memandang air menutupi sawahnya.
Padahal menurut warga RT 3 Desa Handil Negara, bibit padi yang disiapkannya untuk ditanam di lahan sekitar satu hektare.
Hal yang sama juga diakui Abdul Murad, warga RT 1 Desa Kali Besar, memastikan anak padi yang ditanamnya rusak akibat terendam banjir. Sehingga untuk tanam, terpaksa harus membuat bibit lagi.
“Sudah pasti rusak. Karena kalau terendam sampai satu minggu lebih, tidak mungkin agi selamat. Apalagi sawah kami berada di dekat bantaran sungai yang meluap,” kata Abdul Murad.
Sementara warga yang terdampak banjir di Desa Kali Besar dan Desa Handil Negara, Sabtu (2/1) malam mendapat kunjungan Bupati Tala, H Sukamta dan rombongan. (zkl/foto: zul yunus)