JAKARTA, banuapost.co.id– Menyusul Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, peresmian juga akan dilakukan Presiden Joko Widodo untuk Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalsel, Kamis (18/2).
Menurut informasi yang diperoleh banuapost.co.id, Kepala Negara dan rombongan kisaran pukul 11:00 Wita mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Istirahat sejenak, presiden akan melanjutkan perjalanan menggunakan heli dengan mendarat di Lapangan Bola Sirang Pitu, sebelum menuju lokasi peresmian bendungan di Desa Pipitak Jaya.
Usai meresmikan Bendungan Tapin, presiden dan rombongan kembali ke Sirang Pitu untuk melanjutkan perjalanan menuju Barabai, HST.
Mendarat di Stadion Murakata Barabai, presiden direncanakan mengunjungi Kampung Waki, Kecamatan Hantakan, untuk melihat langsung kondisi warga akibat bencana banjir.
Setelah dari Kampung Waki, sebelum menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru untuk kembali ke Jakarta, presiden dan rombongan terlebih dahulu ke kediaman Wakil Bupati HST.
Seperti diketahui, pembangunan Bendungan Tapin, saat ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah dilakukan pengisian air sejak 2 Oktober 2020 lalu. Proses pengisian air direncanakan akan berlangsung hingga Maret 2021.
Bendungan Tapin dirancang dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak dan memiliki kapasitas tampung sebesar 70,52 juta meter kubik.
Infrastruktur sumber daya air ini berpotensi memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin seluas 5.472 hektare lahan irigasi.
Selain itu, bendungan juga menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin sebanyak 500 liter per detik, dan mereduksi banjir 107 meter kubik per detik.
Kehadirannya berfungsi sebagai konservasi air, destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 3,30 Megawatt (MW).
Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari akun resmi twitter kementerian PUPR, Senin (2/11) lalu, bendungan juga dilengkapi dengan jaringan irigasi. Hal itu untuk memastikan air bendungan dapat terserap atau mengalir hingga ke sawah-sawah milik petani. (oie/foto: ist)