MARABAHAN, banuapost.co.id– Meski sudah tiga pekan, sejumlah kawasan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) masih terendam. Seperti di Kecamatan Jejangkit dan Mandastana.
Akibat kondisi ini, selain membuat aktivitas warga menjadi terganggu, juga sebagian persawahan ditengarai terancam gagal panem alias poso.
Derita warga Jejangkit dan Mandastana, tak urung mengusik kemanusiaan Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Borneo Forum (GAPKI Cabang seluruh Kalimantan) untuk ikut berbagi meringankan.
Di tengah genangan yang masih setinggi lutut orang dewasa, bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir di dua wilayah tersebut, Kamis (4/2), didistribusikan.
Dikomandoi Ketua GAPKI Kalsel, Edy S Binti, puluhan petinggi perusahaan mendatangi kawasan itu. Bantuan logistik berupa dua kwintal beras dan 200 lebih paket sembako, serta perlengkapan lainnya, diserahkan ke warga setempat.
“Ini merupakan wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita di kawasan Jejangkit dan Mandastasna, Barito Kuala. Mudah-mudahan yang kami berikan bisa meringankan beban,” kata Edy S Binti.
Sementara menurut Ketua Forum Borneo, Totok Dewanto, bantuan yang diberikan diharapkan mampu memberikan semangat bagi para korban, terutama kawasan yang paling lama terendam, seperti Jejangkit dan Mandastana.
“Kami turut berduka dan prihatin dengan kondisi saudara-saudara yang mengalami musibah ini. Karena itu atas nama kemanusiaan, GAPKI, Forum Borneo dan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, kami mendistribusikan langsung bantuan berupa sembako, obat-obatan, pakaian dan handuk dengan total Rp 400 juta,” jelas Totok, yang menggotong langsung bantuan.
Sedang Wakil Bupati Barito Kuala, H Rahmadian Noor, mengapresiasi bantuan yang disalurkan GAPKI dan Borneo Forum untuk korban terdampak di kabupatennya itu.
“Atas nama warga Barito Kuala, saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada keluarga besar GAPKI Pusat, Forum Borneo ambil peduli membantu. Kami menyadari bukan hanya Barito Kuala yang terkena musibah. Tetapi di Kalimantan Selatan ini, kami yang paling berat,” ucap Rahmadi. (oie/*/foto: ist)