BANJARBARU, banuapost.co.id– Sebanyak 59 perusahaan di Kalsel mendapat penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Nasional (Propernas) 2019-2020 dari Kementerian LH dan Kehutanan.
Penyerahan penghargaan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel itu, dilakukan Pj Gubernur, Pj Sekretaris Daerah dan Kepala DLH di halaman kantor setempat, Rabu (31/3). Dari 59 perusahaan, 1 perusahaan peringkat emas, 7 hijau, 48 biru dan 3 merah.
Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, dalam sambutannya mengatakan, proper merupakan salah satu upaya melakukan inovasi dengan metode sistem elektronik yang menilai partisipasi perusahaan dalam menjaga lingkungan.
“Upaya ini dalam rangka penyelamatan lingkungan. Konservasi yang dilakukan menunjukkan bagaimana kita bersahabat dengan bumi, bukan saja memanfaatkan, tapi juga ikut menyelamatkan,” ujarnya.
Menurut Dirjen Bina Adwil Kemendagri ini, sebuah program yang ingin dicanangkannya ke depan, yaitu konservasi lubang tambang.
“Saya nanti akan minta kepala dinas terkait menetapkan satu contoh recovery tambang dengan metode yang inovatif, menarik. Sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat lainnya,” jelas pria kelahiran Aceh ini
Diharapkan program tersebut, sambung Safrizal, dapat terealisasi dalam waktu dekat, meski memang memakan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaannya.
“Minimal konsepnya dulu, mudah-mudahan segeralah. Ini ikhtiar kita dalam rangka bersahabat dengan alam,” tandasnya.
Sementara, menurut Ksdis LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, tujuan proper untuk melakukan evaluasi kinerja kepada penanggung jawab usaha atau kegiatan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Proper sendiri dari beberapa peringkat warna, yaitu merah, biru, hijau dan gold atau emas. Peringkat merah berarti pihak perusahaan telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan, tetapi belum sesuai dengan persyaratannya sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.
Sedang peringat tertingginya, emas. Artinya, perusahaan telah secara konsisten menunjukan keunggulan lingkungan dalam proses produksi, jasa serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Peringkat tersebut kembali diraih PT Adaro Indonesia. (oie/foto: olivia)