BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan gelar rapat koordinasi (rakor) dengan Pemprov Kalsel mengenai tindaklanjut penanganan banjir dan langkah ke depan upaya pemulihan lingkungan.
Rakor yang dipimpin Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, dilakukan secara virtual dari Jakarta diikuti Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor serta kepala dinas terkait, seperti DLH, Disbunnak, dan Dishut.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira, rakor digelar untuk menganalisa secara cepat penanganan terhadap bencana banjir yang terjadi.
“Termasuk mencari solusi ke depannya. Apa yang harus dilakukan agar ketika terjadi curah hujan yang tinggi, seperti awal bencana kemarin, daya rusaknya masih dapat dikendalikan,” ujar Fajar seusai rakor di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (26/1)
Wamen LHK, sambung Fajar, memberikan beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan dalam penanganan pasca banjir nantinya, yakni perbaikan pada vegetasi atau program penanaman kembali pada lahan kritis yang akan didukung penuh KLHK.
Selain itu dilakukan juga evaluasi terhadap bangunan sipil, seperti infrastrukturnya, sungai, bendungan, embung dan kanal-kanal, agar bisa dilakukan perbaikan jika memang diperlukan.
“Kita juga akan melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap kebijakan yang ada. Ada 3 perda, yakni tentang Revolusi Hijau, Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) dan jasa lingkungan,” katanya.
Rekomendasi selanjutnya diperlukan pula peran serta masyarakat dalam menyukseskan segala program yang akan dibuat ke depannya, termasuk peran dalam menjaga kawasan.
“Lalu kita juga akan membangun Early Warning System (EWS) atau peringatan dini bencana di seluruh Kalsel. Karena belajar dari pengalaman sekarang ini, kita sadar peringatan dini sangat diperlukan. Sehingga kalau cuacanya ekstrem, masyarakat dapat secepatnya menghindar,” tuturnya
Menurutnya, rekomendasi tersebut akan dilakukan perencanaan yang komprehensif, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjangnya.
“Ini menjadi PR kita bersama. Pemprov berkomitmen untuk memperbaiki ini dan ke depannya akan melakukan program secara khusus untuk perbaikan lingkungan dan lainnya,” pungkasnya. (oie/foto: olivia)