BANJARMASIN, banuapost.co.id– Vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap II, sasar awak media di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel. Suntik vaksin yang diikuti kisaran 180 peserta ini berlangsung di Gedung PWI Kalsel, Jl Pangeran Hidayatullah, Rabu (10/3).
Seperti diketahui, tahapan kedua vaksinasi Covid-19 ini menyasar pada masyarakat dengan mobilitas tinggi, salah satunya pekerja media atau pers.
Dalam pelaksanaan vaksinasi, menurut Kadinkes Kalsel, M Muslim, merupakan upaya percepatan pencegahan Covid-19 di Kalsel, khususnya di Bumi Lambung Mangkurat. Terlebih wartawan, merupakan orang yang rentan terpapar. Karena tugas sebagai seorang jurnalis yang harus selalu bertemu dengan banyak orang.
“Ini merupakan dukungan kita terhadap kawan-kawan di kota. Kenapa Wartawan? Karena mereka ini merupakan kelompok yang memiliki resiko setelah nakes, TNI dan Polri. Wartawan atau jurnalis ini kan sering bertemu dengan masyarakat banyak,” tandas Muslim ketika ditemui di lokasi vaksinasi.
Dalam vaksinasi tahap II ini, lanjut Muslim, awak media menjadi prioritas utama pada termin pertama, yang kemudian akan dilakukan juga kepada seluruh masyarakat.
“Ini juga menjadi skala prioritas kita untuk pertama pada termin pertama ini. Selanjutnya semua warga juga akan kita lakukan vaksinasi,” jelasnya.
Karena itu, sambung Muslim, apabila pelaksanaan vaksinasi ini berhasil, maka upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah lebih banyak korban akibat penularan virus mematikan ini, juga berhasil.
“Vaksin ini untuk mengurangi angka sakit. Jadi kalau angka sakit berkurang, maka angka kematian akibat Covid-19 ini juga berkurang,” imbuhnya.
Sementara menurut Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap wartawan ini, lebih dari 300 peserta yang berpartisipasi.
“Terdata ada 370 wartawan, tapi pelaksanaannya kita bagi menjadi dua hari, hari ini dan Jumat agar tidak menumpuk, sekaligus juga penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.
Pentingnya vaksinasi yang di berikan kepada wartawan, lanjut Helmie, karena profesi wartawan langsung berhadapan dengan orang banyak. Selain itu, pemerintah juga menganggap jurnalis prioritas pertama mendapatkan vaksin.
“Itu sudah dinyatakan Presiden Jokowi pada Hari Pers Nasional, beberapa waktu lalu, agar wartawan menjadi prioritas penerima vaksin. Dewan Pers dan kemenkes juga menandatangani MoU mempersiapkan sebanyak 5.000 vaksin untuk wartawan di seluruh Indonesia,” katanya.
Untuk melaksanakan vaksinasi ini, sebelumnya PWI Kalsel juga mendatangkan ahli hypnotherapy untuk mengurangi rasa phobia terhadap jarum suntik.
“Kemarin kita mendatangkan ahli hypnotherapy, karena ada beberapa orang yang takut dengan jarum suntik. Hasilnya hari ini, banyak yang ikut disuntik,” pungkasnya. (oie/foto: ist)