BANJARMASIN, banuapost.co.id– Gandeng Polda dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Telkomsat bersama induk perusahaannya, PT Telkom Indonesia, menyediakan aplikasi Asap Digital.
Pengembangan platform digital untuk monitoring pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), nota kesepahamannya diteken di Mapolda Kalsel, Selasa (4/5).
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, menyambut baik kehadiran aplikasi Asap Digital dalam mengantisipasi Karhutla di wilayah hukum Polda Kalsel.
“Aplikasi ini kami nilai sangat bagus dan membantu dalam mencegah dan meminimalisir karhutla yang merugikan masyarakat banyak, termasuk potensi-potensi hot spot. Sinergi seperti ini, sesuai harapan bersama,” ujar Pati Polri bintang dua itu.
Sementara GM Telkom wilayah Kalsel, Arief Yulianto, mengatakan, aplikasi Asap Digital ini merupakan wujud dukungan Telkom mencegah dan menimalisir karhutla yang merugikan.
“Selain aplikasi dilengkapi dengan CCTV, juga konektivitas dashboard monitoringnya berfungsi untuk memantau terjadinya kebakaran dan mendeteksi titik panas penyebab kebakaran,” jelas Arief.
Dalam waktu dekat, sambung Arief, PT Telkom akan menyiapkan ASAP Digital di berbagai wilayah, termasuk untuk sungai dan danau. Karena itu diharapkan bisa diikuti seluruh intansi pemerintah dan swasta yang berketerkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Peran serta Telkomsat dalam aplikasi Asap Digital ini juga mendapat apresiasi Ketua Gapki Kalsel, Eddy S Binti. Karena dinilai sangat membantu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalsel.
“Dengan dapat mendeteksi dini potensi-potensi kebakaran dan hotspot yang ada, pencegahannya pun bisa dilakukan lebih dini,” ucap Eddy.
Sedang 52 perusahaan yang tergabung di Gapki, lanjut Eddy, dengan area lahan perkebunan seluas lebih kurang 270 ribu hektare, berkomitmen untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Komitmen kami zero burning serta perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” pungkasnya. (ril/foto: ist)