JAKARTA, banuapost.co.id– Meski kasus baru harian selama beberapa minggu terakhir berada di angka 4.000, masyarakat diminta lebih waspada lagi, karena Indonesia berpotensi menghadapi gelombang kedua corona. Pasalnya, Satgas Penanganan Covid-19 sudah melihat tanda-tanda ke arah itu.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Kamis (20/5).
Menurut Sonny, setidaknya ada tiga hal mengkhawatirkan. Mulai dari tingginya mobilitas masyarakat pada periode lebaran, turunnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan peningkatan kasus harian di beberapa provinsi.
“Apakah Indonesia mungkin terjadi lonjakan kasus yang luar biasa? Iya sangat mungkin,” kata Sonny.
“Kita melihat kurva kasus harian menurut provinsi, kabupaten/kota, maupun pulau. Untuk Sumatera itu jelas sekali terjadi lonjakan kasus harian yang luar biasa. Ini menunjukkan ada potensi gelombang kedua,” lanjutnya.
Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengeluhkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan turun di 24 provinsi. Ada 122.899 orang yang ditegur terkait protokol kesehatan di tempat wisata selama periode libur lebaran 12-15 Mei, meningkat 90 persen dibandingkan minggu sebelumnya.
DKI Jakarta menempati posisi paling rendah dalam kepatuhan prokes di tempat wisata selama periode tersebut.
“DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kepatuhan protokol kesehatan di tempat wisata yang paling rendah. Hanya sebesar 27 persen orang yang patuh untuk menjaga jarak di tempat wisata,” kata Wiku. (yb/foto: gog)