PELAIHARI, banuapost.co.id– Seluruh lokasi wisata yang ada di kabupaten Tanah Laut ditutup sementara untuk mengantisipasi gelombang pengunjung selama libur Idul Fitri yang berpotensi memunculkan klaster baru Covid-19.
Ditutupnya objek wisata mulai H-1 Hari Raya Idul Fitri hingga 17 Mei mendatang, berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang terjadi di luar negeri.
Sebagai contoh di India, terjadi penambahan kasus baru hingga mencapai 400 ribu kasus dengan angka kematian mencapai 3.500 orang dalam sehari. Hal ini disebabkan karena kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
“Berkaca dari contoh kasus itulah, kami akan tutup sementara lokasi wisata di Tanah Laut,” tegas Kapolres Tala, AKBP Cuncun Kurniadi, usai pelaksanaan apel Pasukan Operasi Ketupat 2021 di Halaman Mapolres setempat, Rabu (5/5).
Karena itu kalau ada pengunjung yang nekat, lanjut kapolres, akan menerima konsekuensi diminta putar balik.
Bahkan untuk menegakkan aturan tersebut, menurut AKBP Cuncun, Polres Tala membangun posko terpadu di empat lokasi. Simpang Tiga Bentok, Kecamatan Bati Bati, di Kecamatan Kintap, di Wisata Pantai Takisung dan di Pantai Batakan.
“Di pokso terpadu Simpang Tiga Bentok dan Kecamatan Kintap, akan dilakukan pemeriksaan pengguna jalan. Sedang posko di Pantai Takisung dan Pantai Batakan terkait larangan ke lokasi wisata,” jelasnya.
Sebelumnya dalam apel Pasukan Operasi Ketupat 2021, Bupati Tala H Sukamta selaku pembina menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam amanatnya, kapolri juga menyoroti varian baru Covid-19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia, seperti B.1.1.7 asal Ingris, B.1.617 asal India, maupun B.1.351 asal Afrika Selatan.
Karena itu, masyarakat dingatkan untuk tidak lengah. Tapi sebaliknya lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran, seperti rutin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. (ril/foto: diskominfo)