BANJARBARU, banuapost.co.id– Sedikitnya 2.628 personel gabungan TNI-Polri, dikerahkan untuk amankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 9 Juni mendatang.
Ke-2.628 personel ini diterjunkan mengamankan 827 TPS, di antaranya tujuh di kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, lima kecamatan di Kabupaten Banjar dan 24 di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.
Bahkan pasukan keamanan ini, diperintahkan berpatroli full untuk menghilangkan potensi-potensi kerawanan yang akan muncul dititik-titik PSU nantinya.
“Saya perintahkan TNI-Polri patroli full ke daerah yang di wilayahnya diadakan PSU. Patroli 24 jam dalam 2 hari ini, masuk ke gang-gang, jalan-jalan tikus pakai mobil, sepeda motor ataupun jalan kaki,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto,
Perintah disampaikan kapolda dalam apel kesiapan dan pergeseran pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Kalsel, Jl A Yani Km 21, Senin (7/6). Kegiatan ini juga dihadiri Pj Gubernur Safrizal ZA, Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmansyah, dan jajaran Forkopimda lainnya.
Patroli full, sambung Pati Polri bintang dua itu, untuk menghilangkan potensi-potensi kerawanan yang diduga akan muncul, seperti hoax yang menjatuhkan salah satu paslon, money politics, baliho atau spanduk yang berisikan provokatif.
“Kalau ada seperti itu, turunkan. Jangan ragu-ragu,” tegasnya.Pilkada
Begitupun TPS dianggap rawan, lanjut Irjan Pol Rikwanto, personel pengamanan tidak boleh lengah, apalagi underestimate. Semua harus siap siaga untuk kemungkinan terburuk sekalipun.
“Setiap TPS akan dijaga dua personel Polri dibantu TNI serta unsur Linmas guna memberikan rasa aman bagi pihak penyelenggara dan juga masyarakat saat menyalurkan hak suaranya,” ucap mantan Karopenmas Divhumas Polri 2016-2017 ini.
Menyinggung netralitas, ditegaskan kapolda, harus dijunjung TNI-Polri di lapangan. Sehingga tidak memecah belah pihak.
“Jaga netralitas, pegang itu. Jangan mau dibawa kesana kesini. Jangan mau dituduh sana tuduh sini. TNI-Polri harus netral. Saya akan tindak tegas jika ada anggota saya yang tidak netral,” ancamnya.
Sementara Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengingatkan pemberlakuan protokol kesehatan yang harus juga dipantau anggota TNI-Polri saat bertugas di TPS.
“Pastikan di TPS ada persediaan masker, thermogun, hand sanitizer, tempat cuci tangan. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga jarak,” katanya/
“Hal ini terpaksa kitalakukan untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus positif yang disebabkan prokes tidak diberlakukan di lapangan,” jelasnya. (oie/foto: ist)