YOGYAKARTA, banuapost.co.id– Bakatan Hamuk dijinakan Laskar Mataram, PSIM Yogyakarta, 2 – 3 dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (8/6) sore.
Barito Putera yang dibabak awal turun tanpa diperkuat legiun asingnya, di 25 menit awal sudah kebobolan 2 gol.
Namun perlahan tapi pasti, kapten Barito Putera, Rizky Pora, berhasil menipiskan ketertinggalan menjadi 1 – 2, melalui tendangan menyusur yang gagal dihalau kiper PSIM.
Beberapa menit kemudian, Laskar Antasari, julukan lain PS Barito Putera, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2 – 2 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, sang pelatih Djajang Nurjaman memasukan legiun asing di posisi libero, yakni Casio.
Di menit-menit awal babak kedua, Barito sebenarnya berhasil mengurung daerah pertahanan PSIM. Bahkan sempat melesakkan kulit bundar ke gawang lawan. Namun dianulir wasit, lantaran ada pemain yang terperangkap offside.
Mengjelang penghujung babak kedua, penyerang-penyerang PSIM memanfaatkan kemelut di muka gawang Barito yang dikawal Aditya Harlan, hingga berbuah gol.
Unggul 3 – 2, pemain-pemain PSIM bermain lebih rileks. Sebaliknya pemain-pemain Barito berusaha menyamakan kedudukan. Namun tidak membuahkan hasil hingga wasit yang mempimpin pertandingan meniup peluit panjang.
Mengamati materi pemain yang diturunkan coach Djajang Nurjaman, pada pertandingan ini, sepertinya Djanur, panggilan akrab pelatih kepala Barito, masih mencoba atau meraba-raba pemain inti mana nantinya yang dipersiapkan berlaga pada kompetisi Liga 1 Indonesia, Juli mendatang.
Namun demikian, setidaknya menjadi PR bagi coach Djanur ke depannya. Memaksimalkan pemain depan agar memiliki naluri mencetak gol yang baik dan lebih tajam lagi. Karena dalam dua kali laga uji coba yang dilakoni, nyaris pemain depan Barito kalah dalam perebutan bola-bola atas. (b2n/foto: beben)