MARTAPURA, banuapost.co.id– Proyek strategis pembangunan Martapura Manis, salah satu upaya Pemkab Banjar dalam pemulihan ekonom, diluncurkan di Mahligai Sultan Adam Martapura, Senin (12/7).
Launching strategi kebijakan pengembangan perkotaan Martapura sebagai pusat perkumpulan di Kalsel, dilakukan Buparti Banjar H Saidi Mansyur sebelum memimlin rapat koordinasi mingguan lingkup Pemkab setempat.
Menurut bupati, perlu kebersamaan dalam kegiatan pembangunan fisik dan kawasan kumuh Murung Kenanga, sebagai bentuk perwujudan penyediaan permukiman layak huni dan menjadi contoh nantinya di tempat-tempat lain.
“Proyek strategis pembangunan Martapura Manis, mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis. Karena itu kami berharap, dukungan semua stakeholder. Sehingga upaya pemulihan ekonomi yang terstruktur, terukur dan ikhtiar proses pembangunan, lebih baik serta berkualitas ke depan.
Acara ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Bupati H Saidi Mansyur dan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banjar, Hj. Galuh Tantri Narindra, komitmen bersama terhadap pemulihan ekonomi melalui pembangunan Martapura Manis.
Sedang rakor mingguanyang dipimpin bupati, di antaranya membahas terkait PPKM Darurat yang sudah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat dan Timur.
Meski PPKM Darurat belum sampai di Kabupaten Banjar, tapi Pemrov Kalsel sudah mulai membatasi keluar masuknya orang, baik melalui jalur udara, laut dan darat.
“Karena tidak menutup kemungkinan, PPKM Darurat akan dilaksanakan di Kabupaten Banjar. karena Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, masyarakatnya satu kesatuan,” jelasnya.
Menyingung pelaksanaan Salat Idul Adha 1442 H, menurut bupati tetap dilaksanakan di masjid-masjid. Namun harus dengan mengikuti protokol kesehatan. (ril/foto: ist)