JAKARTA, banuapost.co.id– 241.152 spesimen corona yang diperiksa sepanjang Selasa (10/8), didapat sedikitnya 32.081 warga terpapar. Dengan tambahan itu, menyebabkan Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 3.718.821 kasus. 437.055 pasien di antaranya masih dirawat.
Melansir data laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah sebanyak 41.486 pasien. Sehingga totalnya pun sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 3.171.147 orang.
Di hari yang sama ini pula, dilaporkan yang meninggal dunia tercatat 2.048 pasien. Sehingga secara keseluruhan menjadi 110.619 kasus. Sementara untuksuspek atau cikal bakal kasus positif baru, pemerintah masih memantau terhadap 273.575 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (9/8), tercatat total 3.686.740 kasus positif virus corona. 3.129.661 pasien di antaranya sembu 108.571 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 32.081kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Tengah: 4.560, Jawa Barat: 4.163, Jawa Timur: 3.618, Sumatera Utara: 1.753, Kalimantan Timur: 1.546, DI Yogyakarta: 1.487, DKI Jakarta: 1.425, Bali: 1.411, Riau: 1.235 kasus.
Kemudian: Sulawesi Tengah: 966, Sulawesi Selatan: 963, Nusa Tenggara Timur: 912, Banten: 842, Bangka Belitung: 689, Sumatera Selatan: 610, Kalimantan Selatan: 578, Kalimantan Utara: 505, Sumatera Barat: 501, Lampung: 494, Jambi: 453 kasus.
Disusul: Papua Barat: 418, Aceh: 379, Kalimantan Barat: 360, Kalimantan Tengah: 348, Kepulauan Riau: 310, Nusa Tenggara Barat: 226, Sulawesi Barat: 224, Gorontalo: 207, Papua: 205, Sulawesi Utara: 173, Maluku: 171, Sulawesi Tenggara: 132, Bengkulu: 120, Maluku Utara: 97 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)