JAKARTA, banuapost.co.id– Sepanjang pandemi awal Maret tahun lalu hingga Selasa (3/8), tercatat sudah 640 dokter Indonesia meninggal dunia karena infeksi virus corona.
“Per 3 Agustus, angka kami update dengan jumlah angka yang masih tinggi, 640 dokter sejawat yang telah gugur,” kata dr Mahesa dalam konferensi pers Tim Mitigasi PB IDI, Rabu (4/8).
Jumlah ini, sambung dr Mahes, meningkat sebanyak 42 dokter dari update sebelumnya, yakni 598 dokter pada 27 Juli 2021. Sebanyak 84 persen dari dokter yang meninggal, berjenis kelamin pria, sedangkan wanita 12 persen.
“Penambahan di 3 Agustus sebanyak 640 kami laporkan ada 9 provinsi di mana ada penambahan sebanyak 42 sejawat dokter, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Lampung, dan Gorontalo,” jelasnya.
Mahesa berharap kasus kematian dokter ini bisa segera semakin turun seiring menurunnya angka penambahan kasus corona di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir selama pelaksanaan PPKM level 4.
“Dengan penurunan kasus, mudah-mudahan teman-teman sejawat tenaga kesehatan tetap optimal memberikan pelayanan dengan stamina yang baik. Sehingga keselamatan dan kesehatan mereka tetap terjaga dan terus memberikan pelayanan hingga kasus dapat ditekan dengan minimal positivity rate di bawah 5 persen,” ujar dr Mahesa.
Sebaran 640 dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia per 3 Agustus 2021: Jawa Timur: 140, Jawa Tengah: 96, DKI Jakarta: 94, Jawa Barat: 94, Sumatera Utara: 43, Sulawesi Selatan-Barat: 27, Banten: 21, DI Yogyakarta: 15, Riau: 13, Sumatera Selatan: 12 dokter.
Kemudian: Bali: 10, Aceh: 9, Kalimantan Selatan: 8, Sulawesi Utara: 8, Lampung: 8, Kalimantan Timur: 8, Kepulauan Riau: 7, Sumatera Barat: 3, Sulawesi Tengah: 2, Bengkulu: 2, Kalimantan Tengah: 2, Jambi: 2, Papua Barat: 2, Bangka Belitung: 2, Sulawesi Tenggara: 2, Nusa Tenggara Barat: 2, Gorontalo: 2, Maluku Utara: 1, Papua: 1 dokter. (yb/ilust: ist)