PELAIHARI, banuapost.co.id– Masyarakat Peduli Api-Paralegal atau MPA Berkesadaran Hukum Tanah Laut, mengikuti pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan (Kemen LH) selama lima hari di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan.
Pelatihan yang berlangsung sejak Senin (20/9) berakhir pada Jumat (24/9), melibatkan 21 orang masyarakat umum, personel TNI dan Polri, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala serta petugas dari BKSDA Seksi Konservasi Wilayah 1 Pelaihari.
Selama pelatihan yang berlangsung secara virtual, MPA-Paralegal didampingi Anggota Manggala Agni Daerah Operasi Kalimantan-VI Tanah Laut.
Para peserta pelatihan MPA-Paralegal selain mendapat pelatihan tentang penanggulangan karhutla juga mendapat pelatihan masalah ekonomi produtif, atau kerajinan. Seperti Batakan yang berada di pesisir, banyak terdapat kerang yang cangkangnya bisa dioleh berbagai souvenir.
Menurut Jono, Ketua MPA-Paralegal Batakan, apa yang didapat selama mengikuti pelatihan sangat penting bagi peserta. Karena mendapat pelajaran menyangkut ekonomi produktif.
“Sangat bermanfaat. Mudah-mudahan kami dapat menjalankan tugas dengan baik mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi,” ujarnya.
Sementara Kepala Daops Kal-VI Tanah Laut, Sufie Bhaskara mengatakan, pelatihan merupakan ajang belajar bersama Manggala Agni dengan masyarakat dan seluruh peserta pelatihan lainnya dalam upaya mengendalikan karhutla.
Pelatihan dengan melibatkan masyarakat, menurut Sufie, merupakan solusi permanen di tingkat tapak berbasis desa.
Pelatihan pengendalian karhutla bagi MPA-P ini dilaksanakan di enam provinsi rawan karhutla. Seperti sembilan desa di Provinsi Riau,Jambi satu desa, Sumsel tiga desa dan Kalsel tiga desa,
Selama mengikuti pelatihan, seluruh peserta menjalankan protokol kesehatan. Baik saat menerima materi di dalam aula, maupun saat menjalankan pelatihan di lapangan. (zkl/foto: ist)