PELAIHARI, banuapost.co.id– Menghadapi musim kemarau, Pemkab Tanah Laut mendirikan posko untuk mengawasi titik rawan kebakaran hutan dan Lahan (karhutla).
Langkah ini diambil untuk mengurangi intensitas kejadian serta dampak dan risiko yang ditimbulkan akibat karhutla serta bencana kekeringan.
Pendirian posko merupakan bahasan dari rapat koordinasi penangan karhutla yang dipimpin Bupati Tala, H Sukamta. Rakor diselenggarakan Badan Penanggualngan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Jumat (6/8).
Berdasarkan data BPBD Tala, pada 2020 terdapat 68 kasus karhutla dengan luas yang terbakar 116.9 hektare. Sedang pada 2021, sudah terjadi 26 kasus dengan luas yang terbakar mencapai 50 hektare.
Pada penghujung Juli 2021, karhutla sudah mulai terlihat di Kecamatan Tambang Ulang dan Kecamatan Bati-bati.
Karena kondisi demikian, bupati mengarahkan agar tenda dan posko-posko didirikan di daerah rawan tersebut.
Rapat koordinasi turut dihadiri unsur Forkopimda dan diikuti para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait secara virtual. (zkl/foto: diskominfo)