PELAIHARI, banuapost.co.id– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai muncul di beberapa titik di Kabupaten Tanah Laut. Namun petugas gabungan yang ingin memadamkan api, terpaksa bekerja ekstra. Karena titik api berada jauh dari jangkauan mobil pemdam kebakaran.
Petugas gabungan terpaksa menggunakan kendaraan trail untuk menuju lokasi dengan peralatan seadanya, seperti pompa portable, jet sutter dan kopyor. Pompa portable dabat digunakan di titik api yang kebetulan tidak jauh dari embung atau sodetan.
Titik api yang terjadi pada Rabu (28/7) malam, membakar lahan bundung dan belukar di Desa Sungai Pinang. Sedang pada Kamis (29/7) siang, terjadi di kawasan Desa Gunung Raja. Untuk mencapai lokasi, beberapa petugas pemadam dari Manggala Agni, ada yang berjalan kaki dan ada yang menggunakan motor trail.
Menurut Kepala Manggala Agni Daops Tala, Sufie Bhaskara, pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sungai Pinang pada Rabu malam, dilakukan secara manual. Seperti menggunakan jet sutter, kopyor dan mesin pompa portable.
Titik api tersebut berada diujung lokasi pertanian warga. Sementara sebagian lahan, masih banyak yang digenangi air. Sehinga perlu hati-hati untuk menuju lokasi kalau menggunakan sepeda motor.
“Medannya cukup sulit, karena lokasinya jauh dari poros jalan desa maupun jalan usaha tani. Terlebih lagi banyak terdapat lahan yang masih berair,” kata Kadaops Manggala Agni.
Sementara Kapolsek Tambang Ulang, Iptu Joko Sulistiyo, yang juga berupaya untuk mendekati lokasi karhutla, hanya sampai kawasan tambak warga di RT 1 Desa Gunung Raja. Karena tidak ada akses jalan menuju lokasi.
“Kita saat ini terpaksa hanya dapat memantau perkembangan karhutla yang terjadi sampai siang ini,” ujar kapolsek saat dikonfirmasi Kamis (29/7).
“Kalau berjalan kaki ke lokasi bisa saja, tapi terlalu jauh dan berisiko bagi tim. Memang sebagian ada petugas yang sampai ke titik api, tetapi mereka hanya menggunakan peralatan seadanya,” lanjut kapolsek.
Kapolsek mengaku sudah berkordinasi dengan Tim Karhutla di Provinsi, termasuk menanyakan apakah helicopter Warter Bombing sudah beroperasi. Namun dijawab belum.
Sampai sejauh ini berapa luasan yang terbakar masih belum diketahui. Selain kebakaran lahan di Sungai Pinang dan Gunung Raja, karhutla sebelumnya terjadi di Desa Ujung Batu, Kecamatan Pelaihari, dan Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong. (zkl/foto: ist)