JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah warga positif terpapar virus corona di Indonesia bertambah 802 orang yang diketahui dari pemeriksaan 250.587 spesimen sepanjang Sabtu (23/10). Akibat tambahan itu, Covid-19 totalnya jadi 4.239.396 dengan 14.803 pasien masih dirawat.
Dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini tercatat 1.066 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 4.081.417 orang.
Sementara yang meninggal dunia, dilaporkan ada 23 orang. Sehingga kumulasinya jadi 143.176 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 6.703 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Jumat (21/10), tercatat total 4.238.594 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.080.351 orang dan meninggal 143.153 kasus.
Berikut sebaran 802 kasus baru yang dilaporkan 31 provinsi (Jambi, Bengkulu dan Papua Barat nihil), Jawa Tengah: 150, DKI Jakarta: 116, Jawa Timur: 74, Jawa Barat: 72, Kalimantan Timur: 34, Sulawesi Tengah: 34, Sumatera Utara: 34 kasus.
Kemudian, Sulawesi Selatan: 32, DI Yogyakarta: 30, Kalimantan Barat: 30, Banten: 26, Bali: 23, Nusa Tenggara Timur: 20, Kalimantan Utara: 14, Kalimantan Tengah: 13, Aceh: 11, Sumatera Selatan: 11, Lampung: 10 kasus.
Disusul, Riau: 9, Bangka Belitung: 9, Kalimantan Selatan: 9, Sumatera Barat: 9, Papua: 8, Nusa Tenggara Barat: 6, Sulawesi Tenggara: 5, Maluku: 3, Papua Barat: 3, Sulawesi Barat: 2, Maluku Utara: 2, Sulawesi Utara: 1, Kepulauan Riau: 1, Gorontalo: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)