BATULICIN, baniapost.co.id– Keberadaan jalan angkutan (hauling) batubara dan underpass milik PT Batulicin Enam Sembilan (BES) Group di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, diapresiasi warga dua desa.
Perusahaan pengelola jalan yang berada di wilayah Desa Banjarsari maupun Desa Mekar Jaya, sejauh ini sudah menjalankan tangggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR)-nya dengan baik untuk warga sekitar.
“Selama ini, perusahaan-perusahaan pengelola jalan hauling maupun underpass di wilayah Desa Banjarsari, sudah bekerja professional. Mereka juga memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan desa maupun warga kami,” ujar Kades Banjarsari, H Aep Syarifudin, Rabu (1/12).
Menurut H Aep, jalan hauling dan underpass yang melewati wilayah Banjarsari dikelola PT Taodano Mandiri Abadi atau TMA, yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Batulicin Enam Sembilan Group.
“Setiap bulan warga kami mendapatkan uang santunan dari pihak perusahaan. Santunan itu bahkan langsung dikirim ke rekening warga. Kalau tidak salah jumlahnya mencapai 800 rekening untuk 800 kepala keluarga. Itu satu desa lah,” jelasnya.
Meski demikian, mengenai besaran dana setiap rekening warganya itu, Kades Banjarsari mengaku tidak tahu persis.
“Jumlahnya bervariasi. Tapi yang jelas itu salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap warga sekitar yang pemukimannya terlewati jalan hauling dan underpass,” imbuhnya.
Keberadaan underpass juga sangat membantu kelancaran lalulintas. Karena sejak beroperasi, selama itu pula tidak ada permasalahan.
Tak hanya bantuan orang per orang warga desa, pihak PT TMA dan beberapa perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah Desa Banjarsari, juga sangat antusias membantu. Misalnya dalam hal pembangunan atau perbaikan jalan desa.
“Perusahaan-perusahaan tersebut, selalu membantu kepentingan desa. Lalu tiap tahun desa kami juga mendapat bantuan hewan kurban,” katanya.
Disinggung soal informasi warganya kena penyakit inpeksi saluran pernapasan atas atau ISPA akibat debu dari jalan hauling, tegas dibantah H Aep Syarifudin.
“Itu tidak benar. Saya selalu cek ke pos pelayanan kesehatan terpadu di desa saya. Tidak ada warga yang kena ISPA karena debu jalan,” tegasnya.
Senada dikemukakan Kepala Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Wiyono Setiawan.
Menurut Wiyono, masuknya investor seperti perusahaan jalan hauling dan underpass yang melewati Desa Mekar Jaya, memberikan efek domino bagi perekonomian warga desa.
“Misalnya, warga desa kami bisa membangun kos-kosan, rumahnya bisa disewakan jadi kantor, perdagangan seperti warung dan rumah makan, juga tumbuh. Ini kan bagus,” tandasnya.
Pihak perusahaan, sambung Witono, juga bekerja professional. Begitupun komunikasi dengan pihak desa, juga berjalan baik.
“Sejauh ini tidak ada masalah,” tegasnya.
Sama halnya dengan warga Desa Banjarsari, Desa Mekar Jaya juga mendapatkan uang santunan langsung ke rekening warga setiap bulan dari pihak perusahaan.
“Uang santunan itu sudah berjalan sejak 2018 kalau tidak salah,” ucap Wiyono.
‘Terpenting dari kehadiran investor di wilayah adalah perhatian. Sejauh ini, perusahaan berkomitmen memberikan perhatiannya kepada desa kami. Mereka siap memberikan bantuan untuk kemajuan desa kami sesuai kebutuhan, mulai jalan desa, pendidikan hingga tempat ibadah,” lanjutnya. (ril/foto: apk.com)