JAKARTA, banuapost.co.id– Komitmen pemerintah mengangkat isu pembangunan hijau atau rendah karbon dan keadilan vaksin saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) 2022, diapresiasi Ketua DPR RI, Puan Maharani.
“Presidensi G20 Indonesia punya misi agar dunia bisa keluar dari krisis dengan lebih baik dan tangguh. Terkait topik pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, Indonesia harus mendukung dunia menerapkan strategi pembangunan hijau secara global dalam upaya mengurangi emisi,” kata Puan, Kamis (2/12).
Seperti diketahui, Indonesia untuk kali pertama terpilih sebagai pemegang kursi presidensi G20 sejak forum utama kerja sama ekonomi internasional itu dibentuk pada 1999.
KTT G20 yang mengusung tema: ‘Recover Together, Recover Stronger’ akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2022. Upacara Pembukaan Presidensi G20 Indonesia 2022 digelar di Jakarta, Rabu (1/12) malam.
Menurut Puan, dorongan penggunaan energi terbarukan sebagai langkah transisi energy, harus terus dijadikan agenda global. Sebab transisi energy, diperlukan untuk mencapai terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Indonesia harus mengajak negara-negara maju untuk terus berkomitmen mengatasi perubahan iklim. Harus ada kesadaran bersama, green economy adalah strategi investasi untuk masa depan,” ujar Puan.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini menilai, diperlukan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim melalui pembangunan yang lebih inklusif dan hijau.
“Negara-negara besar harus bersatu menanggulangi emisi. Maka kerja sama internasional harus ditekankan pada investasi ekonomi hijau dan sistem ketahanan bencana,” sebutnya.
Puan pun sepakat dengan misi pemerintah yang ingin menjadikan Presidensi Indonesia di G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang. Negara-negara maju harus menjadi pemimpin dalam pengurangan emisi.
“Negara-negara maju harus memberi bantuan kepada negara-negara berkembang dalam upaya ‘menghijaukan’ bumi. Baik itu dari sisi keuangan, hingga teknis untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi negara berkembang,” ungkap Puan.
Lebih lanjut, Puan mendukung isu mengenai keamanan dan ketahanan kesehatan diangkat pada G20 tahun depan. Salah satu poin penting yang harus disuarakan Indonesia, soal keadilan vaksin Covid-19.
“Kemerataan vaksin juga menjadi isu yang terus DPR suarakan dalam beberapa forum internasional, termasuk oleh saya sendiri. Kita harus bekerja sama untuk keadilan vaksin bagi semua orang di seluruh dunia,” tutur Puan.
Isu mengenai pemerataan vaksin ini, disampaikan Puan pada Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143. Forum parlemen internasional yang dihelat di Madrid, Spanyol, beberapa hari lalu. (b2n/foto: ist)