BATULICIN, banuapost.co.id– Kemampuan individu untuk menulis, harus dikembangkan dengan cara yang telaten. Sebab menulis, merupakan keterampilan. Sehingga perlu latihan untuk pengembangan kompetensinya.
“Seperti halnya keterampilan lain, menulis perlu dilatih. Semakin sering dilatih, maka akan makin mahir,” ujar Muzakkir Munzir pada hari ketiga bimbingan teknis blog dan website yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (18/12).
Muzakkir yang bertindak sebagai narasumber materi menulis jurnalistik menjelaskan, kompetensi menulis memiliki korelasi dengan kegemaran membaca. Semakin banyak membaca, maka akan semakin mudah menuangkan ide ke dalam tulisan. Begitupun sebaliknya. Jika minim membaca, penulis cenderung kesulitan dalam mengembangkan kalimat.
Diilustrasikannya, kegiatan menulis sama dengan memasak. Semakin banyak bahan yang dimiliki, maka juru masak akan mudah dalam mengolah makanan untuk disajikan. Namun sebaliknya jika bahan terbatas, maka makanan yang dapat diolah sulit untuk divariasikan.
“Karena kegiatan membaca merupakan upaya memperoleh referensi dan bahan untuk dituangkan dalam tulisan. Sehingga semakin banyak bahan, semakin mudah mengolahnya,” jelas Muzakkir yang juga kontributor banuapot.co.id.
Bimbingan teknis blog dan website yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Tanbu, diikuti peserta dari perwakilan pengurus tingkat kecamatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 11, 17 dan 18 Desember. Peserta dibekali materi yang berkaitan dengan teknis pengembangan blog dan website, menulis jurnalistik dan foto jurnalistik.
Selain Muzakkir sebagai jurnalis, narasumber lainnya Rafii Hamdi, pengembang web, dan Fauzi Mahardika, konten kreator. Kegiatan berlangsung di Aula Cendikia di Kompleks Perkantoran Pemkab Tanbu, kelurahan Gunung Tinggi.
Sementara, Wakil Ketua II PGRI Tanbu, Abdullah, dalam sambutannya saat menutup kegiatan, mengapresiasi bimtek ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan publikasi dan sosialisasi program-program PGRI pada platform digital.
“Meskipun kegiatan ini masih terbatas, namun kami berharap bisa membawa hasil yang maksimal. Peserta yang telah dibelaki, bisa mengembangkan kompetensinya untuk pengembangan website,” ujarnya.
Lebih lanjut Abdullah menitipkan harapan agar peserta dapat berperan aktif dalam berkontribusi terhadap pemenuhan konten web PGRI yang telah dirilis baru-baru ini.
“Setiap kegiatan di tingkat kecamatan, semua harus terakomodir dalam publikasi di web,” tandasnya. (uza/foto: ist)